Di pinggiran sebuah kota kecil, berdiri sebuah pabrik tua yang kini sudah lama terbengkalai. Bangunannya menjulang dengan dinding kusam, kaca-kaca pecah, serta pintu besi berkarat yang tak pernah lagi terbuka. Namun di balik kesan sepi dan menyeramkan itu, tersimpan sebuah kisah kelam yang membuat warga sekitar enggan mendekat, apalagi masuk ke dalamnya.
Pabrik itu dulu dikenal sebagai pusat produksi besar yang memberikan pekerjaan bagi banyak orang. Namun sejak awal pembangunannya, berbagai kejadian aneh sudah mulai terjadi. Pekerja yang jatuh dari ketinggian tanpa sebab, material bangunan yang tiba-tiba roboh menimpa tukang, hingga kasus orang hilang tanpa jejak. Setiap kali ada korban, proyek pembangunan justru berjalan semakin lancar, seolah-olah ada "harga" yang harus dibayar dengan nyawa.
Menurut cerita yang beredar, pemilik pertama pabrik itu melakukan sebuah perjanjian gelap dengan makhluk tak kasat mata. Ia percaya bahwa untuk membuat usahanya bertahan lama, ia harus menumbalkan manusia. Para korban yang hilang adalah orang-orang miskin, pekerja serabutan, atau pendatang yang tidak memiliki keluarga. Dengan begitu, kehilangan mereka tidak akan dicari siapa pun.
Sejak resmi beroperasi, pabrik itu selalu sukses. Produksinya tinggi, mesinnya jarang rusak, dan keuntungan mengalir deras. Tapi bersamaan dengan itu, cerita-cerita mistis juga makin sering terdengar. Para karyawan mengaku mendengar suara tangisan lirih dari balik dinding mesin, atau bayangan hitam yang melintas di lorong pabrik meski tidak ada seorang pun di sana. Ada juga yang melihat sosok perempuan berambut panjang duduk di atas tumpukan karung, hanya untuk lenyap saat didekati.
Penjaga malam adalah yang paling sering diganggu. Mereka menceritakan suara langkah kaki yang berlari-lari di lantai atas, suara mesin yang menyala sendiri padahal semua sudah dimatikan, hingga bau darah segar yang tiba-tiba muncul di area produksi. Beberapa penjaga bahkan ditemukan tewas dengan wajah membiru dan mata melotot ketakutan, seolah mereka melihat sesuatu yang mustahil dijelaskan.
Ketika akhirnya pabrik itu bangkrut dan ditutup, bangunannya dibiarkan begitu saja. Warga sekitar pun semakin yakin bahwa tumbal manusia yang dikorbankan tidak pernah benar-benar tenang. Mereka percaya arwah-arwah itu masih terjebak di dalam pabrik, merintih kesakitan, sekaligus mencari korban baru.
Hingga kini, siapa pun yang mencoba masuk ke pabrik tersebut konon akan dihantui. Ada yang mendengar suara bisikan di telinga, ada pula yang merasakan pundaknya ditepuk oleh tangan tak terlihat. Bahkan, beberapa orang yang nekat masuk mengaku melihat bayangan pekerja tanpa wajah sedang berjalan dengan tubuh berlumuran darah.
Pabrik tua itu kini menjadi legenda horor setempat. Bangunannya mungkin hanya sekedar gedung kosong berkarat, namun bagi masyarakat sekitar, ia adalah monumen kegelapan—saksi bisu dari perjanjian terlarang, dan rumah bagi roh-roh korban tumbal yang tak pernah bisa bebas.
Â
Komentar
Silakan login untuk berkomentar.