Jalan memakan tumbal

Sebuah jalan angker yang diyakini selalu menagih tumbal. Konon, arwah penasaran di jalan itu menyebabkan kecelakaan misterius dan suara gaib, membuat siapa...

Jalan memakan tumbal

Jalan Memakan Tumbal

Di sebuah desa terpencil yang jarang tersentuh pembangunan, terdapat jalan yang disebut-sebut sebagai “jalan memakan tumbal.” Dari luar, jalan itu tampak biasa saja—sekadar jalur kecil yang membelah hutan dengan pepohonan rimbun menjulang. Namun, di balik ketenangan dan keheningannya, jalan tersebut menyimpan misteri kelam yang membuat warga setempat selalu bergidik setiap kali melewatinya.

Konon, jalan itu dibangun di atas tanah bekas kuburan massal zaman penjajahan. Banyak pekerja paksa yang meninggal secara tragis saat membuka jalur tersebut, dan arwah mereka tidak pernah benar-benar tenang. Sejak saat itu, jalan ini dipercaya haus akan nyawa, seolah meminta tumbal untuk menjaga keseimbangan gaibnya.

Banyak kisah menyeramkan yang beredar dari mulut ke mulut. Ada pengendara motor yang mendadak hilang kendali meskipun jalan lurus dan sepi, lalu ditemukan tewas tanpa sebab jelas. Ada pula sopir truk yang bersumpah melihat bayangan hitam melintas cepat, membuatnya menginjak rem mendadak hingga terguling. Bahkan, beberapa warga mendengar suara tangisan perempuan dari tengah hutan, padahal tidak ada siapa pun di sana.

Yang lebih mengerikan, jalan ini diyakini selalu meminta tumbal setiap tahunnya. Jika dalam satu tahun tidak ada korban, maka malapetaka lain akan menimpa desa, seperti gagal panen, banjir besar, atau wabah penyakit. Karena itu, banyak warga enggan melintas pada malam hari. Mereka percaya, semakin larut malam, semakin kuat kekuatan gaib yang menunggu di jalan tersebut.

Beberapa paranormal pernah dipanggil untuk menutup aura negatif di jalan itu. Ritual dan doa dilakukan, sesajen pun diberikan, tetapi hasilnya nihil. Justru, semakin sering dilakukan, semakin banyak pula kecelakaan misterius yang terjadi. Seolah jalan itu menolak untuk ditenangkan, dan terus menagih tumbalnya.

Hingga kini, “jalan memakan tumbal” tetap menjadi momok menakutkan. Banyak orang lebih memilih memutar jauh daripada melintasi jalur itu di malam hari. Jalan ini bukan sekadar jalur penghubung, melainkan gerbang misterius yang mengaburkan batas antara dunia manusia dan dunia gaib. Tak ada yang tahu siapa yang akan jadi korban berikutnya, hanya waktu yang bisa menjawab.

NulisKuy adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan tim editor.
Komentar

Silakan login untuk berkomentar.