Di sebuah desa yang jauh dari keramaian kota, tersembunyi sebuah kisah yang sudah lama menjadi rahasia turun-temurun. Kisah tentang Pasar Setan—pasar gaib yang hanya muncul pada malam tertentu dan tak bisa dilihat oleh sembarang orang.
Konon, pasar itu akan muncul di hutan, persawahan, atau bahkan di jalanan sepi yang tak pernah dilewati orang. Mereka yang bernasib buruk bisa tiba-tiba "nyasar" ke sana, meskipun awalnya hanya sedang berjalan pulang atau melintas. Begitu sampai, mereka akan mendapati suasana hiruk pikuk layaknya pasar malam. Ada penjual yang menawarkan barang-barang aneh: keris berlumuran darah, kepala kerbau dengan mata masih bergerak, atau kain kafan yang tercium wangi melati. Para pembeli yang berkeliaran juga bukan manusia biasa—ada yang tubuhnya hanya separuh, ada yang wajahnya menyerupai hewan, bahkan ada yang berjalan tanpa kepala.
Banyak cerita tentang orang yang terjebak di pasar ini dan tidak bisa keluar. Mereka yang “terlalu penasaran” atau berani membeli sesuatu, biasanya tak pernah kembali. Sementara yang beruntung bisa tersadar dan mendapati dirinya berada di tengah kuburan, di dalam rawa, atau bahkan sudah jauh dari tempat awal ia berjalan.
Warga desa percaya, satu-satunya cara untuk selamat dari Pasar Setan adalah dengan tidak menanggapi apapun. Jangan bicara, jangan menawar, apalagi membeli. Menutup telinga dan mulut sambil berdoa dianggap sebagai jalan keluar. Sebab sekali saja seseorang membuka percakapan dengan para makhluk gaib itu, maka ia akan menjadi bagian dari pasar selamanya.
Hingga kini, masih sering terdengar kabar tentang orang yang hilang ketika melintasi hutan atau jalan sepi di malam hari. Tak ada yang tahu pasti apakah mereka tersesat, diculik, atau benar-benar terjebak di Pasar Setan yang misterius itu.
Suasana Misterius
Pasar Setan konon tidak memiliki lokasi tetap. Kadang muncul di tengah hutan bambu, di pinggir sawah yang sepi, atau bahkan di jalan desa yang gelap gulita. Seseorang bisa saja awalnya hanya berjalan pulang dari ladang, namun tiba-tiba mendengar suara riuh, gamelan, dan obrolan ramai layaknya sebuah pasar malam. Semakin dekat, bayangan lampu-lampu temaram dan keramaian pun terlihat, membuat orang penasaran untuk menoleh.
Saat itulah mereka tanpa sadar sudah “masuk” ke dunia lain. Pasar itu penuh pedagang yang menawarkan berbagai barang, tapi bukan barang biasa. Ada penjual yang menjajakan kain kafan wangi melati, keris berkarat yang meneteskan darah segar, hingga kepala kambing dengan mata yang masih bergerak-gerak. Bau dupa bercampur dengan aroma amis darah, membuat suasana semakin menyeramkan.
Pengunjung Bukan Manusia
Lebih mengerikan lagi, para pembelinya bukan manusia biasa. Ada yang tubuhnya hanya separuh dari pinggang ke atas, ada yang berjalan tanpa kepala, ada pula yang wajahnya menyerupai binatang buas. Beberapa terlihat seperti manusia biasa, tapi sorot matanya kosong dan dingin. Mereka bercakap-cakap dengan bahasa yang aneh, kadang terdengar seperti bisikan, kadang seperti lolongan.
Bagi yang tidak kuat mental, biasanya langsung panik. Namun, kepanikan itu justru mengundang perhatian para makhluk gaib di pasar tersebut. Konon, begitu seseorang berani menawar atau membeli sesuatu di sana, maka ia tidak akan pernah kembali ke dunia nyata. Ia akan menjadi bagian dari Pasar Setan selamanya, bergabung dengan para pedagang atau pembeli yang wajahnya menyeramkan itu.
Jalan untuk Selamat
Warga desa percaya bahwa satu-satunya cara untuk lolos adalah diam. Jangan menoleh terlalu lama, jangan bicara, dan jangan menanggapi siapapun. Menutup telinga, menundukkan kepala, dan berdoa dalam hati diyakini sebagai cara agar bisa kembali. Orang yang selamat biasanya akan tiba-tiba tersadar sudah berada di tempat yang sangat berbeda—entah di tengah kuburan, di rawa-rawa, atau bahkan di pinggir jalan yang jauh dari tempat awal ia berjalan.
Kisah Nyata yang Diceritakan
Beberapa tahun lalu, seorang pemuda desa pernah mengalami hal ini. Ia sedang pulang dari sawah pada malam hari ketika tiba-tiba mendengar suara riuh seperti pasar malam. Karena penasaran, ia mengikuti suara itu. Sesampainya di sana, ia melihat banyak pedagang menjajakan dagangan aneh. Salah satunya menawari ia nasi bungkus, tapi saat diperhatikan, nasi itu ternyata berisi belatung hidup.
Pemuda itu ketakutan, tapi ia ingat pesan orang tua: jangan bicara, jangan menyahut. Dengan tubuh gemetar, ia memejamkan mata dan berdoa. Saat membuka mata lagi, ia sudah berada di pinggir sungai, tanpa tahu bagaimana ia bisa sampai di sana. Setelah kejadian itu, ia jatuh sakit selama berminggu-minggu.
Misteri yang Tak Pernah Hilang
Hingga sekarang, kabar tentang orang hilang di jalan sepi atau hutan gelap sering dikaitkan dengan Pasar Setan. Tidak ada yang bisa memastikan keberadaannya, tapi cerita ini terus hidup dan menjadi bagian dari folklore masyarakat. Entah mitos atau kenyataan, satu hal yang pasti: jangan pernah sembarangan menoleh ketika mendengar suara pasar di tengah malam. Bisa jadi, itu adalah pintu menuju Pasar Setan.
Komentar
Silakan login untuk berkomentar.