Puisi: Gadis Berkerudung Senja

“Sungguh, ada kecantikan yang tak membutuhkan sorak, cukup duduk di bumi, lalu semesta yang bertepuk.”

Puisi: Gadis Berkerudung Senja

Di hampar rerumputan yang hijau tenang,

terduduklah seorang gadis berkerudung senja. 

wajahnya lembut bagai cahaya fajar

yang jatuh perlahan di bibir bumi.

 

Tangannya terlipat rapi di pangkuan,

seolah menyimpan rahasia halus

yang hanya angin sore berani membaca.

Dalam tiap gerak yang teduh dan sederhana,

ada kelembutan yang semesta pun segan mengusik.

 

Ia menunduk bukan karena malu,

melainkan karena hatinya terlalu penuh

oleh sunyi yang manis dan harapan yang halus.

Dan barang siapa memandangnya,

niscaya akan menyangka waktu berhenti sekejap

untuk memberi ruang pada keindahan yang jarang ditemukan.

 

Senyumnya lirih, laksana kuntum bunga

yang enggan merekah namun tetap menawan;

matanya bening, memantulkan cahaya

seperti telaga yang tak pernah berkata dusta.

 

Dialah gadis yang menghadirkan teduh—

bahkan dalam diamnya, dunia seolah bersujud.

Dan orang ketiga yang memandang dari kejauhan

tak bisa tidak,

kecuali berbisik dalam hati:

“Sungguh, ada kecantikan yang tak membutuhkan sorak,

cukup duduk di bumi, lalu semesta yang bertepuk.”

NulisKuy adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan tim editor.
Komentar

Silakan login untuk berkomentar.