Sejak duduk dibangku sekolah Dasar hingga sekarang, dua candi paling terkenal yakni Candi Borobudur di Kabupaten Magelang dan Candi Prambanan di Kabupaten Sleman selalu menjadi destinasi wisata tujuan. Dua kali sudah penulis ke Candi Budha terbesar yakni saat SD dan dibangku SMU. Sedangkan ke Candi Hindu terbesar sudah 3 kali masing- masing satu kali saat SD dan dua kali yakni pada tahun 2024 lalu.
Hingga kini dua candi tersebut terutama Candi Prambanan masih menjadi obyek wisata sejarah favorit bagi kalangan pelajar dan mahasiswa. Hal ini karena akses menuju lokasi tersebut mudah dijangkau di jalan Solo-Yogya. Sementara untuk Candi Borobudur agar berkurang karena selain jauh juga bertarif mahal juga serta dilakukan pembatasan waktu untuk naik ke monumen candi.
Berbeda dengan dua peninggalan Kerajaan Mataram Kuno yang masyhur diatas. Candi yang satu ini kurang begitu terkenal. Bangunan tersebut bernama Candi Sewu. Terletak masih di kawasan Candi Prambanan namun berada di Kawasan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Candi Sewu didirikan pada masa Raja Rakai Panangkaran (Raja Ke-2) dari Kerajaan Mataram sekitar abad ke-8 Masehi. Dengan demikian Candi Ini lebih tua dari pada Candi Borobudur yang didirikan pada masa Raja Samaratungga (Rakai Garung) sebagai Raja ke-6 serta Raja ke-7 Rakai Pikatan yang membangun Candi Prambanan pada abad ke-9 serta menjadi Candi Budha terbesar kedua setelah Candi Borobudur.
Untuk menuju kawasan Candi Sewu sebenarnya bukanlah hal sulit, karena masih berada di kawasan Taman wisata Candi Prambanan. Tiket masuknya sudah include Masuk wisata Candi Prambanan sebesar Rp 50.000 per orang untuk dewasa dan Rp 25.000 rupiha untuk anak-anak sampai usia 10 tahun. Untuk menuju kesana, setelah keluar dari Pintu Keluar Candi Prambanan, para wisatawan bisa berjalan kaki menuju tempat penyewaan Kendaraan atau pengumpan menuju area Candi Sewu. Di sana tersedia Sepeda Listrik yang dikenakan biaya Rp 35.000 rupiah per orang dengan durasi 1 jam. Turis atau wisatawan rombongan juga bisa menyewa mobil Golf dengan kapasitas 6 sampai 7 orang per mobil dengan tarif 20.000 per orang. Jika tidak berkenan dan ingin berolah raga serta memiliki tenaga ekstra, maka pengunjung bisa juga berjalan kaki.
Nantinya, Baik yang menyewa Sepeda Listrik, Mobil Golf atau pejalan kaki bisa bergerak ke arah utara yang mana mereka juga bisa menemukan sejumlah candi lain yang tersebar di kawasan tersebut seperti Candi Bubrah dan Candi Lumbung. Bagi yang berjalan kaki atau naik Sepeda Listrik bisa mengabadikan momen dulu dengan latar belakang kedua candi tersebut. Sementara bagi yang menyewa mobil golf akan diberi kesempatan waktu sekitar 10 menit mengelilingi dan berfoto di Candi Sewu sebelum kembali.
Candi Sewu juga ada erat kaitannya dengan kisah Roro Jonggrang yang mensyaratkan Membuat 1000 candi kepada Bandung Bondowoso yang ingin menikahinya. Jadi Jika ada candi yang terkait kisah cinta dua orang tersebut adalah Candi Sewu ini, bukan candi Prambanan. Candi Sewu sendiri yang dalam bahasa jawa artinya seribu ternyata jumlahnya tidak seribu tetapi sebanyak 249 buah Candi.
Untuk mengkesplor mahakarya diatas baik Candi Prambanan atau Candi Sewu sangatlah mudah dan dapat diakses dengan kendaraan pribadi atau umum karena berada tepat di Jalan Solo-Yogya di perbatasan Jateng-DIY. Dari Stasiun Tugu bisa menggunankan KRL dengan tarif Rp 8.000 lalu sambung Ojek atau jalan kaki dari Stasiun Brambanan. Sementara dari Malioboro bisa naik bus Trans Jogja dengan no. 1A dengan tarif sangat terjangkau Rp 4000 saja.
Komentar
Silakan login untuk berkomentar.