Aku ingin memohon, kepada siapa pun yang sudi mendengar, berikan aku api, sedikit saja—tidak banyak, hanya nyala lilin kecil saja, aku tahu tak berhak meminta lebih. Aku tidah boleh serakah. Jiwaku hampir padam, tercekik oleh dinginnya perasaan yang sulit tuk dijelaskan.
Tak bisakah kau lihat? Tak bisakah kau rasakan? Mengapa aku dibiarkan terjerembap dalam bayang bayang kelam ini? Adakah terang untukku yang diliputi duka. Beri aku tanda, beri aku sinyal, sedikit saja. Tidak usah lebih, tidak usah banyak.
Aku tak meminta belas kasihan, hanya secercah nyala, satu percikan kecil saja, agar aku bisa bertahan, agar aku tak sepenuhnya hilang, tak sepenuhnya lenyap.
Lenyap….
Lenyap…
Lenyap…
Lenyap ditelan peradaban.
Apakah tak ada yang melihat, bagaimana perlahan aku mati? Bagaimana semua mimpi yang pernah kugenggam hangus, terbakar oleh dinginnya pengabaian tiada henti, oleh ketidakpedulian akan ketidakberdayaan ini? Berikan aku api, aku mohon, sedikit saja tak usah banyak tak usah lebih. Aku hanya ingin sedikit cahaya, cahaya yang bisa membuatku percaya bahwa hidup ini belum sepenuhnya berakhir, bahwa aku belum sepenuhnya kalah.
Komentar
Silakan login untuk berkomentar.