Waspada Freelance Scam

Kamu sering kena scam pas lamar jadi freelancer? Baca tips ini biar nggak kena tipu lagi!

Waspada Freelance Scam

Belakangan ini banyak banget orang yang katanya butuh freelancer, tapi ujung-ujungnya malah scam atau menipu. Enggak sedikit juga di antara kita yang tergiur dengan penghasilan dalam bentuk dollar dan tugas-tugas yang diberikan termasuk mudah dan simple banget. Bahkan nenek-nenekpun bisa mengerjakannya.

Aku sering banget nemuin hal-hal seperti ini. Beberapa hari terakhir, aku menge-chat seseorang yang menawarkan pekerjaan freelance. Mereka bilang. Kalau mereka bergerak di bidang review produk yang berasal dari toko di TikTok.

Biasanya mereka menggunakan nama-nama perusahaan yang legal dan besar supaya kita percaya. Tapi logikanya, kalau memang perusahaan besar, kenapa harus lewat orang ketiga mereka merecruit orang? Biasanya mereka akan membuat pengumungan lowongan kerja lewat situs resmi mereka atau media sosial resmi mereka.

Dan yang lucunya lagi, mereka menggunakan Gmail sebagai alamat surel mereka hahaha. Setahuku, perusahan besar punya domain sendiri dan enggak pakai Gmail.com di belakang alamatnya. Karena itu adalah salah satu bentuk formalitas dan salah satu ciri perusahan yang beneran legal.

Terus gimana caranya supaya kita enggak tertipu dengan scam tadi?

Ciri-ciri scammer freelance:

  1. Mereka biasanya akan menggiring kamu ke WhatsApp atau Telegram
    Mereka menebarkan lowongan pekerjaan lewat media sosial, Kebanyakan Facebook. Setelah itu, mereka mengajak kamu melanjutkan chat ke Telegram karena platform ini sulit dilacak seperti yang aku jelaskan tadi. Jadi, kalau mereka sudah mengarahkan kamu ke sana, fix itu penipuan.
  2. Website yang mereka pakai menggunakan “HTTP” bukan “HTTPS”

Dilansir dari surabaya.telkomuniversity.ac.id, HTTP dan HTTPS itu sebenarnya sama-sama “bahasa” yang dipakai website buat ngobrol sama browser kamu (kayak Chrome atau Firefox). Bedanya, HTTP itu nggak pakai pengaman, jadi kalau kamu ngisi data penting kayak password atau nomor kartu kredit, orang lain bisa aja nyadap dan lihat datanya. Nah, kalau HTTPS, huruf “S”-nya itu artinya secure alias aman. Data kamu bakal dikunci (dienkripsi), jadi orang lain nggak bisa ngintip. Makanya, website yang pakai HTTPS biasanya lebih aman, apalagi buat belanja online atau login ke akun penting. Kamu bisa lihat website itu pakai HTTPS atau nggak dari ada nggaknya gambar gembok di sebelah kiri alamat web di browser.

Jadi, kalau kalian menemukan website yang hanya menggunakan “http”, itu sudah pasti scam, ya. Meskipun mereka menggunakan domain “.com”, tetap saja tidak aman.

3. Pekerjaan yang diberikan sangat mudah, tapi gajinya terlampau tinggi
Nah, ini yang paling tidak masuk akal. Biasanya mereka menawarkan tugas yang sangat simpel, seperti copy-paste, mengubah file Word ke PDF, menerjemahkan kata-kata dalam foto, dan sebagainya. Namun, bayaran yang mereka janjikan bisa mencapai $50 ke atas untuk pekerjaan seringan itu.

4. Mereka meminta kamu untuk deposit

Sudah pasti penipuan ya, guys. Kalau mereka memang mau menggaji kamu, kamu enggak perlu deposit seper sen pun! Kamu bukan mau membangun bisnis, Tapi kerja untuk klien. Walaupun nanti mereka kasih bukti screenshot tentang DP uang, jangan percaya. Itu screenshot palsu.

Lalu, apa yang harus kita lakukan kalau ketemu penipu online ini?

  1. Jangan lanjutkan komunikasi. Cut off mereka. Jangan digubris lagi kayak kamu cuekin mantan kamu yang balikan setelah ketauan selingkuh.
  2. Jangan berikan informasi pribadi apa pun. Jika mereka punya akses ke informasi kamu, entah itu email, nomor HP, apalagi sampai KTP, besar kemungkinan mereka akan mengunakan itu untuk pinjol, untuk diperjualbelikan, dan semacamnya.
  3. Laporkan mereka kepada admin tempat mereka memasang lowongan. Ini penting. Report mereka. Dengan ini mereka akan lebih kesulitan lagi untuk menipu lebih banyak orang.
  4. Blokir agar mereka tidak bisa menghubungi lagi. Walaupun besar kemungkinan mereka menghubungi kamu dengan nomor yang baru, terus blokir mereka.

Kalau kalian mau mencari job freelance yang aman, coba cek di LinkedIn.com atau website-website resmi lainnya yang selektif untuk memberikan lowongan pekerjaan.

Aku enggak begitu berani spill platform-platform freelance yang banyak orang pakai, karena aku juga hampir jadi korban dari salah satu platform freelance yang terkenal. Intinya, kalian harus jeli melihat pekerjaan yang ditawarkan tersebut, dan kalau perlu kalian share nama dan nomor orang yang sudah melakukan penipuan itu ke media sosial kalian supaya teman-teman dan keluarga kalian enggak ikut terjebak.

Kalian punya pengalaman bertemu dengan scammer? Coba ceritakan pengalaman kalian di sini!

Support me here

NulisKuy adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan tim editor.
Komentar

Silakan login untuk berkomentar.