Masih berlanjut, Siapa pemain dalam konflik Karaton Solo?

Sudah lebih dari 1,5 bulan, konflik keraton Solo belum menunjjukan tanda berakhir, lantas siapa yang terlibat di dalamnya.

Masih berlanjut, Siapa pemain dalam konflik Karaton Solo?

Lebih dari 1,5 bulan yang lalu, Suasana Keraton Surakarta masih memanas. Hal tersebut terjadi pasca mangkatnya Sinuhun Susuhunan Paku Buwono XIII pada 2 November lalu. Teka- teki siapa pewaris tahta yang syah dari salah satu pecahan Kesultanan Mataram Islam ini masih belum berakhir. Ini persis terjadi pada 2004 silam ketika pada masa mendiang Paku Buwono XIII memerintah terdapat dualisme yakni ketika KGPA Tedjowulan juga mengklaim gelar yang sama dan berakhir dengan perdamaian pada 2012 yang dimediasi wali Kota Solo saat itu, Joko Widodo. Lantas siapa yang terlibat dalam konflik Karaton Solo kali ini?. Secara umum konflik Keraton Solo kali ini melibatkan 2 kubu besar yang sama- sama mengklaim penerus tahta yakni:

1. Gusti Purboyo dan kakak-kakaknya

Gusti Purboyo adalah anak bungsu dari 7 bersaudara mendiang Sinuhun Paku Buwono XIII. Meski anak bungsu, ia adalah satu-satunya anak dari hasil perkawinan sinuhun dari permaisuri GKR Paku buwono) atau Asih Winarni. Sementara 2 Istri paku buwono XIII sebelumnya telah bercerai sebulum Sinuhun naik tahta. Atas dasar itu pula, pada 2022 lalu Gusti Purboyo diangkat menjadi Putera Mahkota yang menggantikan Sinuhun Pakubuwono XIII nanti. Pada tanggal 2 November 2025, Sinuhun Paku Buwono XIII mangkat di RS Indriati, Solo Baru, Kab Sukoharjo. Dan ketika di depan peti jenazah ayahnya, Gusti Purboyo yang telah menjadi putera mahkota dengan gelar Gusti Hamengkunegoro Sudibyo Narendra ing Mataram menyatakan kesanggupannya untuk menjadi penerus tahta. Pada 15 November 2025, Gusti Purbaya dinobatkan atau melakukakan jumenengan menjadi Sinuhun Sri Susuhunan Paku Buwono XIV dan dihadiri oleh kakak-kakak tiri perempuannya dan diikuti kirab jumenengan mengelilingi jalan-jalan di Kota Solo. Penobatan ini disayangkan oleh Maha Menteri Keraton Surakarta yakni KGPA Tedjowulan karena dilakukakan sebelum 40 hari mangkatnya mendiang Paku Buwono XIII. Selain mendapat dukungan dari kakak-kakak tiri perempuannya, ia juga mendapat dukungan dari beberapa pamannya antara lain KGPH Benowo dan KGPH Dipokusumo. KGPH Benowo yang memiliki nama asli GRM Suryo Bandriyo adalah saudara kandung Paku buwono XIII, sementara KGPH Dipokusumo adalah paman tiri dari Gusti Purboyo

2. Gusti Hangabehi dan beberapa anak mendiang PB XII

Gusti Hangabehi adalah anak Laki-laki sulung dari Sinuhun Paku Buwono XIII. Hal yang membuat beberapa kerabat tidak setuju ia menjadi penerus tahta adalah karena meski ia putera sulung, Ibunya telah diceraikan sang ayah sebelum sang ayah naik tahta. Meski demikian pada pertemuan keluarga di salah satu komplek keraton Solo, ia dinobatkan menjadi Sinuhun Paku Buwono XIV pada 13 November. Tampaknya Gusti Hangabehi didukung oleh mayoritas paman-pamanya antara lain Maha Menteri KGPA Tedjowulan dan juga Ketua Lembaga Dewan Adat Keraton Solo, GKR Wandansari (Gusti Moeng). KGPA Tedjowulan adalah Maha menteri keraton Surakarta yang saat ini dituàkan di Keraton tersebut. Hal ini ia karena jabatannya sebagai maha menteri dan pemimpin ad interim Keraton Solo berdasarkan putusan Kemendagri saat penyelesaian Konflik pada 2012 silam. Sementara GKR Koes Murtiyah Wandansari adalah adik kandung dari Paku Buwono XIII yang juga memiliki peran aktif di lingkungan keraton.

Demikianlah dua kubu yang kini masih bersengketa di Karaton Solo beserta pendukungnya. Konflik tampaknya masih akan berlanjut beberapa waktu kedepan karena kedua belah pihak belum mencapai titik temu. Setelah saling mengklaim diri sebagai PB XIV, keduanya juga mengadakan acara 40 hari mendiang sang ayah sendiri-sendiri. Gusti Purboyo dan pendukungnya memilih melaksanakan di Masjid Agung bersama masyarakat umum. Sementara Gusti Hangabehi mengadakan di Sasana Handrawina Komplek Keraton bersama pendukung serta abdi dalem. Terlepas dari itu semua, penulis berharap Konflik di Karaton Solo segera berakhir dan diselesaikan dengan kekeluargaan. Karena bagaimanapun juga keraton ini adalah salah satu warisan budaya yang harus kita lestarikan. Sekian

NulisKuy adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan tim editor.
Komentar

Silakan login untuk berkomentar.