Viral! Kecelakaan Mengerikan di Gunung Rinjani: Pendaki Brasil Terjatuh

Setiap Detik Di Sini Adalah Pertempuran Antara Harapan Dan Ketidakpastian, Mengingatkan Kita Akan Kekuatan Alam Dan Pentingnya Kerja Sama Dalam Menghadapi Tantangan.

Viral! Kecelakaan Mengerikan di Gunung Rinjani: Pendaki Brasil Terjatuh

TangiTuru.com - Kecelakaan tragis kembali terjadi di Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB), melibatkan seorang pendaki asal Brasil.

Insiden ini terjadi di sekitar Cemara Nunggal, saat pendaki tersebut terjatuh menuju Danau Segara Anak.

Dalam postingan di Instagram, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani mengungkapkan, "Kedalaman lokasi jatuh diperkirakan antara 150 hingga 200 meter."

Untungnya, pendaki tersebut selamat meski mengalami syok yang cukup parah. 

Teriakan minta tolongnya menjadi sinyal bagi tim pencarian untuk segera berkoordinasi.

Informasi mengenai kejadian ini diterima pada pukul 06.30 WITA. 

Dengan cepat, tim gabungan yang terdiri dari Balai TNGR, Basarnas Mataram, EMHC, Polsek Sembalun, dan Potensi SAR Lotim segera beraksi. 

Pada pukul 12.00 WITA, tim pendahulu yang dilengkapi peralatan vertical rescue telah tiba di Pos 4, mendekati lokasi korban dan diperkirakan sampai di tempat kejadian sekitar pukul 15.00 WITA.

Kronologi kejadian menyebutkan bahwa pendaki tersebut, bersama enam rekannya, memulai perjalanan dari kantor TNGR menuju Pos Pelawangan Sembalun pada Jumat, 20 Juni 2025, seperti dilaporkan oleh Antara, yang dikutip pada Minggu (22/6/2025).

Pada Sabtu pagi, 21 Juni 2025, pendaki tersebut didampingi pemandu wisata dalam perjalanan menuju puncak Gunung Rinjani. Di Cemara Nunggal, ia mengalami kelelahan, sehingga pemandu menyarankan untuk beristirahat.

Setelah memberikan waktu istirahat, pemandu melanjutkan perjalanan bersama lima teman pendaki lainnya menuju puncak. 

Ketika korban tidak kunjung tiba, pemandu kembali untuk mencari. "Saat pencarian dilakukan, pemandu melihat cahaya senter dari korban di bawah tebing dengan kedalaman sekitar 200 meter ke arah Danau Segara Anak. 

Pemandu memastikan itu adalah korban dan segera menghubungi tim operasi dan pihak berwenang untuk tindakan lebih lanjut," ujarnya.

Tim evakuasi yang terdiri dari 11 orang kemudian berangkat untuk menyelamatkan korban. 

"Diperkirakan tim akan tiba di Puskesmas Sembalun pada Minggu dini hari (22/6) dengan melalui jalur pendakian Bawak Nao Desa Sajang, Sembalun," tambahnya.

NulisKuy adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan tim editor.
Komentar

Silakan login untuk berkomentar.