Musibah dan bencana alam yang terjadi akhir-akhir ini sangat memprihatinkan. Apalagi penanganan yang lambat ditambah akses yang sulit untuk menyalurkan bantuan kian memperburuk keadaan.
Siapapun tentu tidak ingin bertahan dalam kondisi serba kekurangan, lebih-lebih saat tertimpa bencana alam. Namun kita juga tidak bisa berdiam diri menanti bala bantuan yang belum pasti datang tepat waktu.
Belajar dari pengalaman tersebut, penulis merasa tergugah dan teringat pada salah satu tayangan film anak-anak buatan Jepang. Dalam episode film tersebut diceritakan tentang tas siaga yang memuat barang penting apa saja yang harus selalu kita siapkan bila terjadi bencana.
Ada beberapa barang yang perlu kita perhatikan dan siapkan dalam tas siaga, antara lain senter, handuk, obat-obatan, makanan kering serta air minum kemasan. Barang-barang ini merupakan kebutuhan vital yang kita perlukan.
Kita membutuhkan senter untuk penerangan. Benda ini sangat berguna lebih-lebih jika bencana alam yang terjadi sampai memutus aliran listrik. Handuk dan pakaian bersih juga harus kita siapkan. Tak perlu banyak, namun cukup untuk ganti dan dilipat seringkas mungkin.
Saat terjadi bencana, obat-obatan, makanan kering dan air minum juga hal yang utama yang kita butuhkan. Makanan kering memiliki masa kadaluarsa yang bisa disimpan cukup lama, misalnya biskuit, roti bagelen, abon atau makanan instan.
Selain barang-barang penting di atas, hal lain yang perlu disiapkan adalah dokumen atau berkas penting, uang receh, dan peluit. Berkas penting seperti ijazah dan sertifikat harus kita simpan pada map kedap air. Kita memerlukan uang receh atau pecahan uang agar lebih mudah dalam bertransaksi, sedangkan peluit dapat kita gunakan sebagai tanda meminta bantuan.
Itulah beberapa barang penting yang harus kita persiapkan sejak sekarang. Karena kita tidak pernah tahu kapan bencana itu tiba dan sebagai antisipasi penanganan bencana yang harus kita waspadai. Lebih lanjut, yang tak kalah penting adalah selalu berdoa dan berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa agar selalu dalam lindungan dan penjagaan Nya.
Komentar
Silakan login untuk berkomentar.