Realita yang Jarang Diceritakan
Tidak ada sekolah resmi untuk jadi orang tua. Semua belajar langsung di lapangan—dari begadang tengah malam, panik saat bayi demam, sampai merasa tubuh sendiri seperti “mesin” tanpa tombol berhenti. Rasanya campur aduk: ada bahagia, ada lelah, ada juga momen ketika kita bertanya, “Apa aku bisa melewati ini semua?”
Jawabannya: bisa. Tapi kuncinya bukan sekadar bertahan untuk si kecil, melainkan juga memberi ruang untuk diri sendiri. Karena faktanya, self-care bukan kemewahan, tapi kebutuhan dasar.
Kenapa Self-Care Itu Penting untuk Orang Tua Baru?
Menurut American Psychological Association (APA), perawatan diri (self-care) dapat membantu menurunkan stres, meningkatkan suasana hati, dan menjaga kesehatan mental jangka panjang.
Selain itu, Mayo Clinic juga menyebutkan bahwa kurang tidur dan stres kronis bisa menurunkan sistem imun dan memengaruhi kesehatan fisik. Jadi, kalau kamu sering merasa lelah dan emosional, bukan berarti kamu “kurang kuat”, tapi tubuhmu memang butuh istirahat dan perhatian.
Tips Self-Care Sederhana untuk Orang Tua Baru
1. Tidur Saat Bayi Tidur
Kedengarannya klise, tapi benar adanya. Bayi punya jam tidur unik yang sering bikin orang tua kekurangan tidur. Menurut Johns Hopkins Medicine, tidur siang singkat (power nap) bisa meningkatkan fokus dan energi. Jadi, jangan merasa bersalah kalau ikut rebahan saat bayi tidur.
2. Jangan Malu Minta Bantuan
Entah ke pasangan, keluarga, atau teman dekat. Menurut UNICEF, dukungan sosial sangat berpengaruh terhadap kesehatan mental ibu baru dan bisa menurunkan risiko baby blues. Ingat, kamu tidak harus melakukan semuanya sendirian.
3. Luangkan “Me Time” Singkat
Self-care bukan selalu spa mahal. Kadang cukup mandi air hangat lebih lama, baca beberapa halaman buku, atau sekadar minum kopi hangat tanpa distraksi. Hal kecil ini bisa jadi penyelamat mood.
4. Bergerak Ringan
Olahraga ringan seperti jalan kaki di sekitar rumah bisa memperbaiki suasana hati. Harvard Health mencatat bahwa aktivitas fisik 15–30 menit sehari dapat menurunkan risiko depresi. Jadi, tak perlu nunggu punya waktu ke gym—jalan santai sambil dorong stroller pun sudah bagus.
5. Bicara Tentang Perasaanmu
Kalau lagi overwhelmed, jangan dipendam. Curhat ke pasangan atau sahabat bisa membantu. Bila merasa kesedihan berkepanjangan, konsultasi dengan tenaga profesional sangat dianjurkan. WHO menyebut kesehatan mental ibu pasca melahirkan adalah salah satu faktor penting untuk tumbuh kembang anak yang sehat.
Jangan Lupa Cek Kesehatan Diri Sendiri
Kadang kita sibuk fokus ke bayi sampai lupa ke dokter untuk cek kesehatan diri sendiri. Padahal, pemeriksaan rutin setelah melahirkan sangat penting untuk mencegah komplikasi jangka panjang, hal ini direkomendasikan langsung oleh CDC (Centers for Disease Control and Prevention).
Self-Care Bukan Egois
Menjadi orang tua baru memang penuh tantangan, tapi kamu tidak harus sempurna setiap saat. Merawat diri bukan berarti egois, justru itu bentuk kasih sayang—karena anak butuh orang tua yang sehat dan bahagia.
Ingat, tidak apa-apa kalau capek. Ambil jeda, tarik napas, dan rawat dirimu. Karena saat kamu lebih tenang, kamu juga bisa lebih menikmati momen berharga bersama si kecil.
Komentar
Silakan login untuk berkomentar.