Dunia investasi saham kembali diwarnai kabar tak sedap. Kali ini, seorang influencer investasi saham tengah menjadi sorotan tajam di media sosial atas dugaan praktik kecurangan yang telah merugikan para anggotanya hingga miliaran rupiah. Kasus ini mencuat dan menjadi perbincangan hangat, khususnya di platform X (dahulu Twitter), menyoroti bahaya di balik janji keuntungan fantastis dari sosok yang tak bertanggung jawab.
Berawal dari Unggahan Viral @profesor_saham
Pada Jumat, 13 Desember 2024, akun X @profesor_saham mengunggah sebuah utas yang mengungkap dugaan penipuan ini. Unggahan tersebut sontak menarik perhatian publik. Disertai dengan tangkapan layar dari Instagram Story pengguna @gmsusanto, @profesor_saham menjelaskan bahwa untuk dapat bergabung dengan grup investasi saham yang dimaksud, seseorang harus membayar biaya masuk yang tidak main-main: Rp100 juta.
“Lagi hangat perbincangan group saham, yang joinnya mesti bayar Rp100 juta. Terus membernya pada rugi puluhan milyar, sering disuruh sedekah, masih perbincangan YTTA [yang tau tau aja] wkwkwk,” tulis @profesor_saham dalam unggahannya.
Detail Modus Penipuan Influencer Saham

Unggahan dari @gmsusanto, yang kemudian diviralkan oleh @profesor_saham, memberikan gambaran lebih jelas mengenai pola dugaan penipuan yang dilakukan oleh influencer ini.
Biaya Keanggotaan VIP yang Mencengangkan
Para korban tergiur dengan janji keuntungan besar dan bimbingan eksklusif dari influencer tersebut. Untuk mengakses "grup VIP", mereka rela menggelontorkan Rp100 juta sebagai biaya keanggotaan. Biaya sebesar ini tentu saja menimbulkan ekspektasi tinggi akan pengembalian investasi yang signifikan.
Janji-Janji Manis Keuntungan dan Bimbingan Eksklusif
Sang influencer diduga memproyeksikan citra sukses dan kemampuan luar biasa dalam memprediksi pergerakan pasar saham. Janji-janji keuntungan yang tidak realistis dan akses "ilmu" rahasia menjadi daya tarik utama bagi para calon member.
Manipulasi dengan Ajakan Religius dan Moral
Salah satu aspek paling mengkhawatirkan dari modus ini adalah penggunaan pendekatan religius dan nasihat moral untuk memengaruhi para anggota. Influencer ini diduga kerap mengajak member untuk bersedekah atau bahkan melakukan perjalanan ke tanah suci. Dalih-dalih kebaikan ini disinyalir digunakan untuk membangun kepercayaan dan memanipulasi psikologis anggota, sehingga mereka lebih mudah menuruti instruksi, termasuk instruksi investasi yang merugikan.
“Masuk vip member bayar 100 juta. Satu angkatan dibikin rungkat [rugi besar] dengan menerapkan metodenya. Rungkad sampai belasan miliar. Kolom komen ditutup. Polanya sama, agamis, ngajakin rajin memberi di hari tertentu. Ajakan ke tanah suci. Ngomong Ayat, adab. Ingin menolong supaya orang lain sukses,” demikian kutipan dari @gmsusanto.
Reaksi Keras Terhadap Member yang Mengeluh Kerugian
Ironisnya, ketika anggota mulai mempertanyakan kerugian yang mereka alami, respons dari influencer justru sangat negatif. Para korban mengaku sering dimarahi, dibilang bodoh atau serakah, diblokir, atau bahkan dikeluarkan dari grup. Hal ini menunjukkan upaya untuk membungkam keluhan dan menutupi praktik yang merugikan.
“Tiap ada yang nanya ketika rungkad malah dikata-katai, ya dibilang goblog, serakah, di blok, di remove dari grup, dst,” tambah @gmsusanto.
Respons Publik dan Peringatan untuk Investor
Kasus ini sontak memicu beragam reaksi di media sosial, terutama di X, yang menunjukkan tingkat keprihatinan publik yang tinggi.
Unggahan Viral dengan Jutaan Tayangan
Unggahan @profesor_saham sendiri telah menjadi sangat viral, dengan data per Minggu, 15 Desember 2024, pukul 09.19 WIB menunjukkan:
- 1,2 juta kali dilihat
- 503 komentar
- 1.300 repost
- 6.200 like
- 1.500 kali di-bookmark
Angka-angka ini mencerminkan urgensi dan relevansi isu penipuan investasi di tengah masyarakat yang semakin melek digital.
Tanggapan Warganet: Pentingnya Kehati-hatian dalam Berinvestasi
Berbagai komentar dari pengguna X menggarisbawahi pentingnya kehati-hatian dalam berinvestasi dan keraguan terhadap skema yang menjanjikan keuntungan terlalu mudah.
@Ridhoi95544912 misalnya, menulis, “Percayalah pekerjaan yang menghasilkan uang itu tidak akan mengajak orang lain. Kalaupun ngajak pasti orang-rang terdekatnya saja. Dan itupun jarang terjadi. Sesuatu yang menguntungkan pasti akan digarap sendiri. Kalo yang mengajak orang, itu kalo gak nipu pasti resiko yang sangat besar.”
Senada, @Ibnu_sidik juga merespons, “Ada kelas saham atau crypto aja udah aneh. Kalo bener itu orang pinter trading saham atau crypto, ngapain buka kelas ngisi waktu berjam jam interaksi dengan orang? Mending trading, kan? Cost/Time aja udah gak masuk akal.”
Upaya Identifikasi Sosok Influencer
Sejumlah pengguna X juga berdiskusi dan mencoba mengidentifikasi sosok influencer yang dimaksud, dengan menyebutkan berbagai petunjuk dan informasi spesifik. Namun, hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi atau kepastian mengenai identitas influencer atau grup investasi saham yang dituduh tersebut.
Jaga Diri dari Jebakan Investasi Bodong
Kasus dugaan penipuan ini harus menjadi alarm bagi seluruh investor, baik pemula maupun yang sudah berpengalaman.
Hati-hati dengan Janji Keuntungan Tidak Wajar
Ingatlah bahwa investasi selalu memiliki risiko. Janji keuntungan yang terlalu tinggi dalam waktu singkat patut dicurigai. Tidak ada "jalan pintas" menuju kekayaan instan dalam investasi yang legal dan aman.
Verifikasi Kredibilitas dan Legalitas
Sebelum berinvestasi atau bergabung dengan grup investasi apa pun, selalu verifikasi legalitas pihak yang menawarkan jasa. Pastikan mereka terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Cari tahu rekam jejak dan reputasi mereka dari sumber independen, bukan hanya testimoni yang diposting oleh pihak itu sendiri.
Tingkatkan Literasi Keuangan
Edukasi mandiri adalah benteng pertahanan terbaik. Dengan memahami dasar-dasar investasi, analisis pasar, dan manajemen risiko, Anda akan lebih mampu mengenali indikasi penipuan dan membuat keputusan investasi yang lebih bijak. Jangan mudah tergiur oleh jargon atau ajakan yang emosional.
Laporkan Indikasi Kecurangan
Jika Anda mencurigai adanya praktik penipuan investasi, segera laporkan kepada pihak berwenang. Tindakan cepat dapat membantu mencegah lebih banyak korban berjatuhan dan mendukung penegakan hukum.
Kasus ini sekali lagi membuktikan bahwa di era digital ini, kecanggihan teknologi juga dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggung jawab untuk melancarkan aksinya. Tetap waspada, kritis, dan berhati-hati dalam setiap keputusan investasi Anda.
Komentar
Silakan login untuk berkomentar.