Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar) merupakan salah satu instrumen dalam Asesmen Nasional yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Pada tahun 2025, survei ini kembali dilaksanakan dan wajib diisi oleh guru serta kepala sekolah.
Apa Itu Sulingjar?
Sulingjar adalah kuesioner yang menggali informasi terkait:
-
Iklim belajar di sekolah
-
Proses pembelajaran yang dilakukan guru
-
Dukungan sarana dan prasarana sekolah
-
Interaksi guru dengan siswa
-
Praktik kepemimpinan kepala sekolah
-
Lingkungan sosial dan emosional di sekolah
Data ini digunakan bukan untuk menilai individu guru, melainkan untuk memotret kondisi sekolah secara keseluruhan.
Adapun tujuan Sulingjar adalah untuk memperoleh gambaran nyata tentang iklim belajar di sekolah, menjadi dasar perumusan kebijakan pendidikan yang lebih tepat sasaran, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat proses pembelajaran, serta meningkatkan mutu pembelajaran dengan melibatkan peran guru secara aktif.
Umumnya pertanyaan dalam survei meliputi:
- Pengelolaan kelas dan strategi pembelajaran.
- Cara guru memberikan umpan balik kepada siswa.
- Dukungan sekolah dalam pengembangan profesi guru.
- Ketersediaan fasilitas belajar.
- Pengalaman guru terkait keamanan, kenyamanan, dan inklusivitas di sekolah.
- Pertanyaan berbentuk angket pilihan ganda atau skala sikap (misalnya: sangat setuju – setuju – kurang setuju – tidak setuju).
Cara Mengisi dengan Tepat
-
Jujur: Jawaban sebaiknya menggambarkan kondisi nyata, bukan yang dianggap ideal.
-
Teliti: Baca baik-baik setiap pertanyaan sebelum menjawab.
-
Reflektif: Gunakan kesempatan ini untuk menilai kembali praktik mengajar sehari-hari.
-
Konsisten: Hindari jawaban asal-asalan karena hasil survei digunakan untuk kepentingan perbaikan pendidikan nasional.
Manfaat Bagi Guru dan Sekolah
-
Guru dapat melihat sejauh mana praktik mengajar mereka sejalan dengan tujuan pembelajaran nasional.
-
Sekolah mendapat data penting untuk pengembangan program kerja.
-
Pemerintah bisa menilai kebutuhan riil di lapangan, sehingga kebijakan pendidikan lebih tepat sasaran.
Jadi, Sulingjar 2025 bukan ujian yang menilai benar atau salah, melainkan survei untuk memotret lingkungan belajar. Guru hanya perlu menjawab dengan jujur dan sesuai kondisi nyata di sekolah masing-masing.
Komentar
Silakan login untuk berkomentar.