Suku Bunga The Fed: Dampak Positif dan Negatif bagi Ekonomi Global dan Indonesia

Suku bunga The Fed ibarat “alat kemudi” ekonomi dunia. Kenaikannya membawa sisi positif, seperti stabilisasi inflasi dan peningkatan kepercayaan investor. Namun, dampak...

Suku Bunga The Fed: Dampak Positif dan Negatif bagi Ekonomi Global dan Indonesia

Suku bunga acuan Federal Reserve (The Fed) di Amerika Serikat selalu menjadi perhatian dunia. Setiap kenaikan atau penurunannya memicu efek domino ke berbagai negara, termasuk Indonesia. Hal ini wajar, karena dolar AS adalah mata uang cadangan global yang memengaruhi aliran modal, nilai tukar, hingga harga komoditas.

Lalu, apa dampak positif dan negatif dari perubahan suku bunga The Fed?

Dampak Positif

  1. Mengendalikan Inflasi Global
    Kenaikan suku bunga The Fed membantu menekan inflasi yang tinggi di Amerika Serikat. Efeknya, harga komoditas global seperti minyak dan pangan bisa lebih terkendali sehingga mencegah lonjakan biaya hidup di banyak negara.

  2. Memberi Sinyal Stabilitas
    Kebijakan yang tegas dari The Fed menunjukkan komitmen menjaga kestabilan ekonomi. Hal ini bisa meningkatkan kepercayaan investor global terhadap sistem keuangan internasional.

  3. Mendorong Penguatan Dolar AS
    Bagi negara yang menyimpan cadangan devisa besar dalam bentuk dolar, penguatan dolar justru menguntungkan karena nilai simpanannya naik.

  4. Peluang Investasi di Aset Aman
    Investor yang cenderung menghindari risiko akan mengalihkan dana ke obligasi AS, yang lebih aman. Hal ini memberi kestabilan di tengah ketidakpastian global.

Dampak Negatif

  1. Tekanan terhadap Rupiah dan Pasar Modal
    Saat The Fed menaikkan bunga, dolar AS menguat dan rupiah melemah. Investor asing bisa menarik dana dari Indonesia, membuat IHSG tertekan.

  2. Biaya Utang Meningkat
    Negara berkembang dengan utang luar negeri berdenominasi dolar akan menanggung beban lebih berat karena pembayaran bunga menjadi lebih mahal.

  3. Risiko Perlambatan Ekonomi
    Suku bunga tinggi bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi global. Permintaan ekspor Indonesia, misalnya batubara atau CPO, berpotensi menurun karena konsumsi negara mitra dagang ikut melemah.

  4. Kredit dan Konsumsi Domestik TertekanJika Bank Indonesia mengikuti langkah The Fed dengan menaikkan suku bunga, bunga kredit di dalam negeri ikut naik. Akibatnya, konsumsi rumah tangga dan investasi bisa melambat.

NulisKuy adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan tim editor.
Komentar

Silakan login untuk berkomentar.