Seberapa familiar kalian dengan profesi yang bernama pakar ekspresi, psikiater dan sejenisnya? Bagaimana mereka bisa membaca dan memahami apa yang sedang dipikirkan seseorang? Bagaimana mereka dengan mudahnya membaca karakter seseorang melalui gerakan tubuh orang tersebut? Terlihat keren dan ajaib. Tapi ini bukan tentang sihir, ilmu hitam, kesaktian mandraguna dan lain sebagainya, melainkan seni membaca body language (bahasa tubuh) berdasarkan fakta dan sains. Body language sendiri merupakan bagian dari komunikasi non-verbal yang menarik untuk dibahas.
Definisi Komunikasi
Sebagai makhluk sosial, manusia tidak bisa hidup sendiri dan tak lepas dari yang namanya interaksi dengan orang lain. Banyak hal yang kemungkinan terjadi saat kegiatan ‘interaksi sosial’ berlangsung, salah satunya komunikasi. Dari kegiatan interaksi sosial itu akan ada dua jenis komunikasi yang sudah pasti terjadi secara alami, yaitu komunikasi verbal dan komunikasi non-verbal.
Komunikasi sendiri menurut KBBI adalah pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami. Ada berbagai macam komunikasi, diantaranya komunikasi data, komunikasi satu arah, komunikasi dua arah, komunikasi massa, komunikasi sosial, komunikasi tulis, komunikasi visual, komunikasi verbal, komunikasi non-verbal, dan masih banyak lagi-tidak bisa saya sebutkan satu persatu.
“Komunikasi adalah sebuah proses interaksi sosial antara dua orang atau lebih individu yang mencoba saling memengaruhi dalam hal ide, sikap, pengetahuan, dan tingkah laku”.
Danish Ahmad Haidar dalam bukunya yang berjudul The Magic of Body Language.
Kalau komunikasi verbal adalah proses komunikasi yang dilakukan melalui bahasa dan kata-kata yang diucapkan, maka komunikasi non-verbal adalah proses komunikasi yang secara keseluruhan menggunakan body language dan tidak melalui kata-kata yang diucapkan. Komunikasi non-verbal identik dengan body language atau bahasa sederhananya ialah bahasa tubuh.
Keunikan Body Language
Body language adalah sebuah gesture atau gerakan alami yang secara tidak langsung bisa merepresentasikan karakter seseorang. Setiap kali manusia melakukan interaksi dengan manusia lain, manusia cenderung menunjukkan gerakan alami tersebut untuk mengekspresikan emosi mereka. Dengan kata lain gerakan tubuh tersebut adalah bentuk kejujuran alamiah dari apa yang sebenarnya ada di dalam pikiran dan benak seseorang. Oleh karena itu, para pakar ekspresi dan psikiater menjadikan body language sebagai bahan utama untuk dianalisa dan dijadikan dasar dalam membaca pikiran, emosi dan bahkan karakter seseorang.
Body language juga dapat menggambarkan suasana hati dan sebagai indikator sifat seseorang. Misalnya orang yang sedang mengatakan kebohongan bisa diidentifikasi dari pandangan mata, ekspresi wajah, gesture tangan atau bagian tubuh lainnya. Dalam membaca ekspresi tubuh seseorang, kalian tidak bisa serta-merta su’udzon dan berprasangka seenak udel. Haruslah membaca kemunculan gesture tersebut dengan seksama dan kemudian dianalisa berdasarkan klarifikasi yang benar. Sehingga bukan prasangka buruk yang disimpulkan tanpa dasar, melainkan kebenaran haqiqi yang didapatkan.
~ Saya paham penjelasan di atas terdengar jelimet, tapi kalian pasti bisa menangkap yang saya maksud.
Seni Membaca Body Language
Berikut adalah seni membaca pikiran dan karakter seseorang melalui body language yang dibagi ke dalam beberapa bagian tubuh manusia :
- Kontak Mata
Kontak mata seseorang bisa menjadi indikator kepercayaan atau bahkan kebohongan. Orang yang sedang berbohong lebih sering mengedipkan mata disertai kontak mata yang melihat lebih tinggi (ke atas) atau bahkan lebih rendah (ke bawah) dibanding biasanya. Orang yang berbohong juga berusaha menghindari kontak mata dari lawan bicara, biasanya mereka akan mengalihkannya ke hal sekitar, seperti jam tangan, telepon genggam, dan sebagainya. Sedangkan bila orang tersebut bersungguh-sungguh terhadap apa yang diucapkannya, biasanya dia tidak akan ragu untuk menatap lawan bicaranya. Pandangan langsung ke lawan bicara merupakan bentuk afirmasi dan kepercayaan diri terhadap apa yang diucapkannya.
- Mimik & Kondisi Wajah
Selain kontak mata, mimik di area wajah juga bisa menjadi indikator untuk membaca karakter dan suasana hati seseorang. Adakalanya seseorang berusaha menahan ekspresi wajah agar emosi atau isi hatinya tidak terungkap keluar, seperti ekspresi tegang dan bahkan kondisi wajah yang berubah berangsur-angsur pucat. Dalam beberapa kondisi apabila seseorang bisa dikatakan sedang berbohong, wajah akan tampak berkeringat dan bibirnya menjadi kering karena terlalu sering menelan ludah.
- Bibir
Pernahkah kalian memperhatikan kondisi atau bentuk bibir seseorang saat sedang berbicara? Mungkin sempat terlintas di pikiran bahwa kondisi atau bentuk bibir tertentu menggambarkan karakter orang tersebut. Seperti saat seseorang berbicara dengan bibir yang dimajukan ke atas, hal tersebut biasanya ditafsirkan sebagai bentuk cemoohan atau menghina terhadap sesuatu yang sedang dibicarakan. Tidak hanya saat sedang bicara, terkadang kondisi bibir saat sedang diam juga bisa dijadikan indikator, misal saat seseorang melipat bibir ke dalam, membasahi bibir dengan lidah dan bahkan gerakan menggigit bibir, beberapa gerakan tersebut biasanya menggambarkan kalau orang tersebut tertarik dan secara tidak langsung memberikan penerimaan secara intim. Beberapa gerakan bibir mungkin juga terkesan menjijikkan (baca: pervert) dan beberapa orang mungkin menganggapnya sebagai pelecehan tingkat rendah.
- Kepala
Gerakan dan posisi kepala saat sedang berbicara, bertemu, atau mungkin hanya sekedar berjumpa sekilas juga bisa dijadikan sebagai indikator membaca karakter seseorang. Misal dalam beberapa budaya Asia, saat bertemu dengan orang yang lebih tua dengan posisi kepala agak menunduk merupakan tanda penghormatan dan penghargaan. Posisi kepala tegak bahkan sampai mendongak ke atas merupakan bentuk keangkuhan dan rasa percaya diri yang tinggi. Posisi kepala berpaling (bahasa sederhananya buang muka) terhadap lawan bicara atau saat bertemu, biasanya menggambarkan penolakan terhadap pendapat tertentu atau bahkan perasaan tidak percaya diri sehingga ingin menghindar dari lawan bicara.
- Tangan
Posisi tangan yang menyilang di depan dada menandakan kalau orang tersebut tertarik dan menyimak pembahasan atau pembicaraan yang sedang berlangsung. Adapun gerakan tangan yang sedang mengetuk-ngetuk meja berarti orang tersebut sedang mempertimbangkan sesuatu. Gerakan melambaikan tangan saat sedang ada orang yang berbicara atau membahas sesuatu berarti orang tersebut ingin mengakhiri atau bahkan ingin membantah pendapat lawan bicaranya. Gerakan tangan seperti sedang memainkan jari-jarinya dan memainkan kain celana atau baju menandakan orang tersebut sedang gugup atau tidak percaya diri.
- Kaki
Saat seseorang sedang berdiri dengan posisi kaki terbuka sedikit dan keduanya masih dalam posisi sejajar menandakan orang tersebut percaya diri. Adapun posisi kaki yang mana salah satunya tidak tegak menggambarkan kalau orang tersebut tidak sedang bersemangat atau tidak percaya diri atas apa yang sedang dihadapinya. Selain posisi kaki saat sedang berdiri ada juga posisi kaki saat sedang duduk, seperti menyilangkan kaki dan menjadikan salah satunya sebagai tumpuan paha, maka seseorang tersebut sedang menunjukkan siapa dirinya dan statusnya terhadap lawan bicara. Posisi kaki saat sedang duduk dengan membuka bagian dalam (paha) terhadap lawan bicara berarti seseorang tersebut menaruh kepercayaan dan terbuka dengan lawan bicaranya, begitu pun sebaliknya jika posisi kaki bagian dalam menutup terhadap lawan bicara maka orang tersebut merasa tertutup dan tidak percaya dengan lawan bicaranya.
- Gesture Kecil Lainnya
Ada beberapa gestur kecil lainnya yang bahkan tidak semua orang akan menyadarinya, seperti mendengus (mengambil dan membuang napas secara kasar) menandakan seseorang tersebut sedang kesal atau lelah terhadap sesuatu. Gerakan mata sekilas seperti memutar bola mata dari samping ke atas lalu ke bawah, menandakan orang tersebut sudah bosan dan lelah terhadap sesuatu yang sedang dibicarakan. Adapun decakan kecil dari dalam mulut seseorang, hal tersebut juga menggambarkan perasaan kesal dan ketidaksetujuan terhadap pendapat atau sesuatu yang sedang dibicarakan.
Itulah beberapa bentuk Body Language yang mungkin bisa digunakan sebagai acuan dasar untuk membaca karakter dan emosi yang sedang dialami seseorang. Dari sini kita jadi tahu kalau ternyata gesture tubuh itu cukup berpengaruh dalam menafsirkan dan membaca karakter seseorang, bahkan dari yang terlihat jelas maupun yang sekilas. Tak heran kalau keberadaan profesi pakar ekspresi dan sejenisnya sangatlah penting dalam penelitian gerakan dan tingkah laku seseorang yang muncul secara bersamaan saat sedang melakukan kegiatan interaksi satu sama lain.
Disclaimer : Penafsiran bentuk-bentuk body language di atas tidak sepenuhnya mutlak, adakalanya beberapa orang mungkin memiliki kebiasaan atau latar belakang budaya yang selalu menggunakan body language yang sama. Bijaklah dalam menyikapi sesuatu dan jangan terlalu memaksakan kesimpulan yang tidak didukung dengan keadaan yang konkret.
Komentar
Silakan login untuk berkomentar.