Sahabat atau Teman Dekat?

Terkadang kita bingung menentukan jika dia sahabat atau hanya teman dekat

Sahabat atau Teman Dekat?

Orang bilang, kita butuh setidaknya satu sahabat dalam hidup—seseorang yang bisa jadi tempat bersandar di saat sulit maupun bahagia. Terkadang kita keliru memahami. Apakah mereka benar-benar sahabat, atau sekadar teman dekat yang kebetulan selalu ada?  

Sahabat bukan sekadar orang yang sering menghabiskan waktu dengan kita. Mereka adalah sosok yang tanpa sadar kita seleksi sendiri, dimana sosok tersebut bisa dipercaya, menjaga rahasia tanpa perlu diminta, tidak pernah membocorkan aib atau menyebarkan informasi pribadi tanpa izin.  

Namun, tidak jarang bertemu orang yang datang dengan niat baik, menawarkan bantuan, mengatakan, "Jangan sungkan kalau butuh sesuatu atau mau cerita." Kita pun merasa nyaman, mengira mereka sahabat. Tapi ternyata, mereka hanya ada sejauh yang mereka mau. Ada untuk mendengar, walaupun  niat orang tersebut baik. Tetapi bisa juga hanya hadir di momen tertentu, lalu menghilang tanpa jejak.  

Sampai akhirnya kita sadar, sahabat itu bukan soal siapa yang paling sering ada, tapi siapa yang tetap tinggal bahkan ketika keadaan sedang tidak baik-baik saja.

 

Sahabat itu tanpa kita beri kabar, akan selalu menanyakan. Tidak saling menjatuhkan. Tidak ada rasa lebih baik, tetapi mengajak bersama selama sosok tersebut mau. Nyatanya sahabat yang benar-benar akan ketemu di usia 20 tahun ke atas apalagi masuk fase dewasa. Disitu akan terlihat tanpa kita sadari

NulisKuy adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan tim editor.
Komentar

Silakan login untuk berkomentar.

Winda Arista
Winda Arista
9 Feb, 2025

ayo mutualan dan saling support artikel kaa

Anda harus masuk untuk membalas komentar.