Rumah Bernama Keluarga
Keluarga,
bukan sekadar nama yang terikat di kartu identitas,
tapi tempat di mana aku selalu bisa pulang,
meski dunia di luar seringkali keras dan bising.
Di meja makan sederhana,
tawa kita jadi lauk paling berharga.
Di ruang kecil penuh cerita,
pelukan hangat jadi obat semua luka.
Ayah dengan lelahnya,
ibu dengan doanya,
anak-anak dengan canda polosnya—
semuanya berpadu jadi harmoni
yang tak bisa dibeli dengan apapun.
Keluarga bukan selalu tentang sempurna,
kadang ada marah, kadang ada salah.
Tapi selalu ada maaf,
selalu ada alasan untuk kembali bersama.
Dan aku tahu,
selama ada mereka,
aku tak akan pernah benar-benar kehilangan arah,
sebab rumah sejati
selalu bernama: keluarga.
Komentar
Silakan login untuk berkomentar.