Ketika membicarakan gaya hidup sehat, mayoritas orang langsung terbayang menu salad, jus hijau, atau sesi olahraga di gym. Namun, menurut Dr. Andi Prasetyo, ahli kesehatan masyarakat dari Universitas Indonesia, sehat bukan hanya urusan fisik. “Kesehatan mental, kualitas tidur, dan pengelolaan stres adalah fondasi utama yang sering terlupakan,” ujarnya.
1. Tidur Berkualitas Lebih Penting dari Durasi
Berdasarkan data World Health Organization (WHO), kurang tidur meningkatkan risiko penyakit jantung sebesar 48% dan stroke hingga 15%. Menariknya, kualitas tidur—termasuk pola tidur yang konsisten dan lingkungan tidur yang nyaman—lebih menentukan manfaatnya bagi tubuh dibanding durasi saja.
2. Mengelola Stres dengan Benar
Sebuah studi dari American Psychological Association menunjukkan bahwa 77% orang yang tidak mengelola stres dengan baik mengalami penurunan imunitas. Meditasi, journaling, atau sekadar berjalan santai di alam bisa membantu tubuh dan pikiran tetap seimbang.
3. Interaksi Sosial yang Positif
Menurut riset Harvard selama 80 tahun, hubungan sosial yang sehat menjadi salah satu faktor terkuat dalam menjaga kesehatan mental dan fisik di usia tua. Menghabiskan waktu bersama orang yang mendukung dapat menurunkan risiko depresi hingga 30%.
4. Hidrasi yang Konsisten
Data dari National Academies of Sciences, Engineering, and Medicine merekomendasikan asupan air harian sekitar 2,7 liter untuk wanita dan 3,7 liter untuk pria. Hidrasi membantu metabolisme, menjaga elastisitas kulit, dan mengoptimalkan fungsi organ.
Infografis Rekomendasi
- Grafik perbandingan kualitas tidur vs durasi tidur.
- Diagram dampak interaksi sosial terhadap kesehatan mental.
- Chart asupan air harian berdasarkan usia dan aktivitas.
Komentar
Silakan login untuk berkomentar.