Mimpiku jatuh berserakan
Bercampur debu dan kotoran
Sudah kupungut satu per satu
Bersama doa yang kembali kukemasĀ
Tiada lagi mengasihani diri
Hanya kembali berdiri sendiri
Perjalanan ini sudah terlanjur jauh
Jiwaku pun mulai terbiasa jatuh
Terbiasa dengan luka
Terbiasa dengan kecewa
Aku terus bangkit
Karena aku percaya bahagiaku sedang Tuhan rakit
Jangan menyoal apakah ini sakit
Semua pejuang pasti tahu
Bahwa luka yang paling sakit itu
Justru yang tidak pernah terlihat
Tidak pernah terdengar
Dan tidak pernah tersentuh
Jiwa dan ragaku sudah tahu bagaimana caranya untuk sembuh
Komentar
Silakan login untuk berkomentar.