Dan pada bait-bait senja,
Langkahnya tampak terburu mengejar surya
Untaian balok kayu tersusun tak cukup menarik atensinya
Ia melangkah, setahap demi setahap tanpa kesabaran
Padahal raut wajahnya seolah tak gentar oleh kacaunya dunia.
Senyum tipisnya menggantung bak nirwana-
Sesaat kita lupa, bahwa gadis itu sempat hampir terjerembab.
Ah, gadis muda dengan gemerlap pesona.
Dinding-dinding gelap di sekelilingnya
berdiri seperti penjaga sunyi—
namun justru kian menampakkan
betapa terang dirinya di antara pekat itu.
Ada sesuatu dalam caranya menggenggam pagar:
kecermatan, kesabaran,
dan jejak kekuatan yang tak dipamerkan.
Seolah ia pernah menempuh badai
dan kini memilih tenang sebagai jawaban.
Orang ketiga yang menyaksikan dari jauh
akan mengira ia sedang menuju sesuatu,
padahal ia sedang kembali pada dirinya sendiri.
Dan pada detik itu,
angin pun berhenti barang sekejap,
sekadar memberi ruang
bagi perempuan yang membuat waktu
tak jadi tergesa.
Komentar
Silakan login untuk berkomentar.