Puisi Meragu Rasamu

Apa benar kau sungguh cinta?

Puisi Meragu Rasamu

Jalananmu rumit

Aku yang berpejam sepanjang waktu bisa apa?

Sedang di ujung sana

pegangmu membawaku pada runtuh

Mengajakku bersenyawa dengan rumpang

Di tengah segunung harap yang gamang

Aku gelagapan

Kau? Apalagi!

Lalu, dalam narasi cinta yang singkat ini

Datangmu membawa buah tangan apa?

Bukan membandingkan

Tapi,

Kemarin semesta membawakanku pelangi

Jika kau tidak datang membawakanku langit

Lebih baik enyahlah dari rumahku

Sebelum pintu, jendela, dan kesetku menertawakanmu

Benar!

Aku memang manusia gila

Bodohnya paling-paling

Doanya melangit liar

Tidak tahu malu

Tidak kenal batas

Selalu merasa paling pantas

Tapi kau mau apa?

Air mukamu mendadak jadi sayu

Lalu menawar hargaku ragu-ragu

Sialan!

Kau bilang buah tanganmu adalah lautan?

Sayang, kebetulan aku tidak bisa berenang

Haruskah aku membawa ekspektasiku tenggelam?

NulisKuy adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan tim editor.
Komentar

Silakan login untuk berkomentar.