Jalananmu rumit
Aku yang berpejam sepanjang waktu bisa apa?
Sedang di ujung sana
pegangmu membawaku pada runtuh
Mengajakku bersenyawa dengan rumpang
Di tengah segunung harap yang gamang
Aku gelagapan
Kau? Apalagi!
Lalu, dalam narasi cinta yang singkat ini
Datangmu membawa buah tangan apa?
Bukan membandingkan
Tapi,
Kemarin semesta membawakanku pelangi
Jika kau tidak datang membawakanku langit
Lebih baik enyahlah dari rumahku
Sebelum pintu, jendela, dan kesetku menertawakanmu
Benar!
Aku memang manusia gila
Bodohnya paling-paling
Doanya melangit liar
Tidak tahu malu
Tidak kenal batas
Selalu merasa paling pantas
Tapi kau mau apa?
Air mukamu mendadak jadi sayu
Lalu menawar hargaku ragu-ragu
Sialan!
Kau bilang buah tanganmu adalah lautan?
Sayang, kebetulan aku tidak bisa berenang
Haruskah aku membawa ekspektasiku tenggelam?
Komentar
Silakan login untuk berkomentar.