(PUISI) Memaksa Bertaut

Mari bersama meski terlalu banyak ketidakmungkinan

(PUISI) Memaksa Bertaut

Kemana pergi kendali rasa?

Apa gerangan kau bawa jatuh bersama?

Bertepuk tanpa sambut

Bersih keras ingin bertaut

Padahal mustahil untuk saling

Terlampau mudah untuk berpaling

Tapi aku tetap menujumu

Melawan segala ketidakmungkinan

Yang berdiri kokoh di hadapan

Jadi, tolong!

Sediakan lapang hati tak berbayang

Sediakan tangan-tangan yang rumpang

Sebentar lagi aku akan datang

Bertandang mengisi sela-sela jari dengan genggam

Aku sudah berlari

Bukan lagi sekadar langkah-langkah lirih

Suara derap langkahku kian mendekat

Ingin segera menatapmu lekat-lekat

Kendali rasaku hilang

Aku menjelma pujangga paling tidak tahu malu

Di hadapanmu aku siap menghamburkan rindu

NulisKuy adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan tim editor.
Komentar

Silakan login untuk berkomentar.