(Puisi) Mei

Aku masih menanti hingga Bulan Mei

(Puisi) Mei

Di Mei kali ini

Takdir membuatku menunggu lebih lama

Bertahan seorang diri sembari berdialog dengan sunyi

Kita berjanji untuk jumpa, kan?

Dengan rasa yang sudah dimakan masa

Tapi masih tetap sama

Entah bagaimana cerita membawaku pada episode terakhirnya

Apakah ada kamu di sana?

Atau malah sosok lain yang lebih bersedia

Aku tak menjanjikan penghujung kisahmu adalah aku

Tapi, aku memohon izin

Untuk saat ini, aku ingin membawa namamu

Pada tiap tengadahku padaNya

Ini memang bukan apa-apa, Tuan!

Terimalah ini sebagai bukti

Bahwa segenap rasaku tidak pernah bercanda

Apalagi sekadar mengisi hati yang rumpang

Aku tidak sedang membuang waktu

Bagiku, menunggumu adalah keahlianku

Sungguh hanya aku

NulisKuy adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan tim editor.
Komentar

Silakan login untuk berkomentar.