(PUISI) Manusia Tuna Asmara

Engkau menjebakku dengan ribuan debar tanpa makna

(PUISI) Manusia Tuna Asmara

Pada kata yang tak pernah sampai

Aku pernah menumpuk rindu

Terkadang coba kuredam dengan doa

Terkadang kubiarkan ia tumpah ruah

Pada basah pipi

Pada bait-bait puisi

Tapi sekali lagi

la tetap tak pernah sampai barang sehuruf

Padamu

Yang sekian lama jadi pemeran utamanya

Aku takut pengakuan akan membawamu jauh

Padahal di gersang hidupmu aku hanya ingin jadi teduh

Mungkin aku terlanjur ragu memulai

Meski aku tahu kau adalah makhluk Tuhan paling santai

Harapanku berkali-kali gontai

Sebab rasa yang selalu gagal sampai

Aku ingin tahu diri kapan harus berhenti

Nyatanya bayangmu seolah menahan langkah kaki

Kau menjebakku dalam cinta tanpa kata

Dengan seribu debar tanpa makna

NulisKuy adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan tim editor.
Komentar

Silakan login untuk berkomentar.