kita manusia
hilang nyawa
tubuh dikubur
tanah ditabur
daging hancur
tulang melebur
maka apa yang menjadikan kita
sebagai manusia
masih berlaku congkak
begitu jemawa
pada kehidupan yang fana ini?
body { /* Background gambar agar efek transparan terlihat jelas */ background: url('https://images.unsplash.com/photo-1464822759023-fed622ff2c3b?auto=format&fit=crop&w=1350&q=80'); background-size: cover; display: flex; justify-content: center; align-items: center; height: 100vh; margin: 0; } /* Container utama (Track) */ .progress-container { width: 400px; height: 20px; background: rgba(255, 255, 255, 0.1); /* Putih sangat tipis */ border-radius: 10px; backdrop-filter: blur(10px); /* Efek kaca buram */ border: 1px solid rgba(255, 255, 255, 0.2); box-shadow: 0 4px 30px rgba(0, 0, 0, 0.1); overflow: hidden; /* Agar bar tetap di dalam radius */ } /* Bagian yang bergerak (Bar) */ .progress-bar { width: 0%; /* Diatur dengan animasi atau JS */ height: 100%; background: linear-gradient(90deg, rgba(255,255,255,0.3), rgba(255,255,255,0.7)); box-shadow: 0 0 15px rgba(255, 255, 255, 0.5); animation: load 3s ease-in-out infinite; } /* Simulasi Animasi */ @keyframes load { 0% { width: 0%; } 50% { width: 70%; } 100% { width: 100%; } }
tanah ditabur, daging melebur
kita manusia
hilang nyawa
tubuh dikubur
tanah ditabur
daging hancur
tulang melebur
maka apa yang menjadikan kita
sebagai manusia
masih berlaku congkak
begitu jemawa
pada kehidupan yang fana ini?
Komentar
Silakan login untuk berkomentar.