Presiden Indonesia, "Prabowo Subianto", bertemu dengan Presiden Rusia, "Vladimir Putin", pada hari Kamis di "Saint Petersburg", Rusia.
Pertemuan ini menjadi sorotan dunia karena terjadi di saat Prabowo memilih "tidak menghadiri KTT G7 di Kanada", sebuah forum negara-negara ekonomi besar, dan justru lebih memilih memperkuat hubungan dengan Moskow.
Hubungan Diplomatis Prabowo Putin semakin Erat
1. Hubungan yang Semakin Dekat
Dalam pernyataannya, Prabowo menyebut bahwa pertemuannya dengan Putin berlangsung hangat, intens, dan produktif, menandai peningkatan kerja sama di berbagai bidang, seperti:
Ekonomi dan perdagangan, Investasi dan pertanian, Kerja sama teknis dan militer.
Putin pun menyambut baik hubungan ini dan menyatakan bahwa "Indonesia adalah salah satu mitra utama Rusia di kawasan Asia-Pasifik".
2. Diplomasi yang Menyeimbangkan, Tapi Mengguncang
Meski Indonesia selama ini dikenal dengan kebijakan luar negeri non-blok dan netral, langkah Prabowo yang terkesan lebih terbuka ke Rusia menimbulkan pertanyaan besar: "Apakah Indonesia sedang menggeser orientasi geopolitiknya?"
Beberapa analis menilai, kunjungan ini bukan sekadar kunjungan bilateral biasa, melainkan sinyal kuat bahwa Indonesia ingin memperluas poros diplomatiknya, tidak hanya bergantung pada mitra-mitra tradisional seperti Amerika Serikat dan negara-negara Barat.
“Kami menghormati kedaulatan setiap negara dan ingin menyelesaikan segala konflik dengan damai,” ujar Prabowo, menanggapi isu perang Rusia-Ukraina.
Sikap ini sejalan dengan posisi Indonesia yang menolak untuk terlibat langsung dalam konflik global, namun juga tak serta-merta mengecam Rusia—sebuah pendekatan yang dianggap “berimbang” oleh Kremlin.
3. Kekhawatiran dari Barat dan Australia
Hubungan yang makin erat antara Jakarta dan Moskow telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan sekutu tradisional Indonesia, seperti:
Australia, yang bahkan sempat meminta klarifikasi atas kabar bahwa Rusia ingin menggunakan "pangkalan udara di Indonesia".
Negara-negara "G7 dan mitra Barat, yang khawatir langkah ini bisa melemahkan isolasi internasional terhadap Rusia".
4. Indonesia Gabung BRICS
Salah satu poin penting dalam pertemuan ini adalah dukungan Rusia terhadap masuknya Indonesia ke dalam BRICS, kelompok negara berkembang yang ingin menjadi penyeimbang dominasi Barat di ekonomi global.
Bagi Prabowo, langkah ini membuka peluang baru bagi "investasi, perdagangan, dan posisi strategis Indonesia di panggung dunia".
5. Arah Baru Indonesia?
Dengan menghadiri Forum Ekonomi Internasional di Saint Petersburg pada Jumat ini, Prabowo tampak ingin menegaskan bahwa Indonesia kini siap menjadi "pemain global yang lebih mandiri dan luwes".
Namun, pertanyaannya: Apakah ini berarti meninggalkan prinsip non-blok, atau justru bentuk baru dari diplomasi bebas aktif yang lebih berani?
Tentu Presiden sendiri lah yang lebih tau.
Komentar
Silakan login untuk berkomentar.