Pekan ini 1-10 september 2025, ajang kualifikasi Piala Dunia 2026 digelar kembali. Negara- negara di berbagai Zona seperti Eropa, Amerika Latin, Amerika Utara dan Tengah serta Afrika kembali berjuang untuk mengamankan tiket menuju gelaran Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung pertengahan tahun depan.
Jika Amerika latin telah menyelesaikan kualifikasi pada September ini dan Eropa baru matchday awal hingga pertengahan, maka Pada jeda internasional kali ini bisa jadi merupakan kelolosan sejumlah tim asal afrika. Salah satu tim Afrika yang paling menyita perhatian adalah Maroko, pada dini hari tadi Singa Atlas berhasil menjadi tim Afrika pertama yang lolos ke ajang sepak bola terbesar sejagat tersebut setelah mengalahkan Niger 5-0 dan disaat bersamaan pesaingnya, Tanzania gagal meraih point sempurna saat melawat ke Brazaville melawan tuan rumah Kongo.
Hasil tersebut membuat point Maroko tak bisa dikejar lagi oleh para pesaingnya dengan menyisakan dua laga karena mundurnya Eritrea dari babak kualifikasi. Maroko menjadi negara ke-17 yang Lolos setelah kemarin trio Amerika Latin Uruguay, Paraguay dan Kolombia mengunci sisa tiket otomatis dari zona tersebut.
Sejatinya lolosnya tim Afrika Utara tersebut ke ajang empat tahunan tersebut bukanlah hal yang mengherankan, mengingat tim ini terlihat superior atas lawan-lawannya di grup E kualifikasi.
Namun yang yang mencengangkan adalah penampilan mereka pada Piala Dunia 2022 di Qatar lalu. Tim yang awalnya tidak diperhitungkan secara mengejutkan mampu keluar sebagai juara grup Usai mengalahkan Salah satu tim kuat saat itu Belgia 2-0. Perjalanan Maroko lalu berlanjut di babak 16 besar.
bertemu dengan Juara Piala Dunia 2010 Spanyol, tim Asuhan Vahid Regrarui tersebut mampu menyingkirkannya lewat adu Penalti dan Kejutan Maroko kemudian berlanjut di babak Perempat Final. Sama sekali tak diunnggulkan, Maroko berhasil menyingkirkan Portugal yang diperkuat sang megabintang Sepakbola, Cristiono Ronaldo lewat tandukan El-Nesyiri yang membuat Ronaldo sendiri tampak terpukul dan menangis yang ikonik saat memasuki lorong selepas pertandingan usai.
Keberhasilan itu menjadikan Maroko sebagai tim Afrika sekaligus tim Arab pertama yang menembus semifinal diajang sepak bola terbesar tersebut.
Hadirnya Maroko kembali ke Piala Dunia 2026 mendatang diharapkan kembali memberikan warna dan kejutan. Karena selama ini Piala Dunia selalu di dominasi tim- tim Eropa dan Amerika Latin terutama babak empat besar.
Maroko (2022), Korea Selatan (2002) dan Amerik Serikat (1930) adalah tim yang pernah hadir di babak semifinal di luar tim Amerika Latin dan Eropa. Apa yang ditunjukkan Maroko pada edisi Piala Dunia kemarin juga bisa menjadi pemacu semangat bagi tim-tim underdog lain untuk bisa berbicara banyak karena sepak bola sekarang sudah mulai merata.
Dengan materi pemain yang tidak jauh beda seperti edisi sebelumnya seperti Yousef En-Nesyiri,Sofian Amrabat, Kiper Fenomenal Yassin Bounou, serta Kapten tim Achraf Hakimi yang bermain untuk juara Liga Champions, Paris Saint Germain (PSG) ditambah bintang Real Madrid Brahim Diaz, Maroko bersiap menghadirkan kembali kejutannya di ajang Piala Dunia.
Tim- tim Eropa yang pernah dikalahkannya seperti Belgia, Spanyol dan Portugal juga patut waspada akan kehadiran Juara Piala Afrika 1976 ini. Sebuah tim meskipun secara materi kalah mentereng bisa mengalahkan tim-tim mapan dengan modal kerjasama dan motivasi tinggi sebuah tim.
Ini sudah dibuktikan sendiri oleh Maroko yang menjelma dari tim yang tidak diperhitungkan menjadi tim kuda hitam bahkan kedepannya bisa menjadi tim yang lebih mapan.
Komentar
Silakan login untuk berkomentar.