Perjalanan Italia menuju Piala Dunia 2026 tampaknya kembali harus melewati jalan terjal yakni babak play off. Hal tersebut sangat mungkin terjadi, mengingat besok pagi Italia harus menang minimal 9-0 atas Norwegia. Sebuah syarat yang nyaris mustahil mengingat Erling Haaland cs saat ini tampil impresif dan konsisten dengan sapu bersih kemenangan pada 7 laga termasuk kemenangan 3-0 atas Gli Azzuri pada laga pembuka. Dengan begitu Italia 99 % bakal melakoni babak play off yang merupakan momok Juara Dunia empat kali tersebut. Di dua edisi terakhir, Italia gagal lolos piala dunia setelah gagal melewati babak ini.
Tugas maha berat yang harus ditempuh Juara Piala Eropa 2020 tersebut membuat sang pelatih, Gennaro Gattuso mengeluarkan statment yang mencengangkan. Allenatore yang semasa masih menjadi pemain dijuluki "Si Badak" ini mengkritik sistem Kualifikasi Zona Eropa untuk Piala Dunia yang membuat tim asuhannya harus melewati babak play off. Ia mengatakan sistem kualifikasi saat ini tidak menguntungkan, karena hanya juara grub saja yang lolos. Sedangkan Gattuso mengatakan bahwa saat ia masih bermain, juara grub dan runner up terbaik lolos langsung. Ia juga mengomentari Zona lain seperti Conmebol yang meloloskan enam tim otomatis dengan jumlah anggota hanya sepuluh.
Apa yang dituduhkan oleh Gattuso tidak sepenuhnya benar mengingat format kualifikasi yang sekarang memang berubah seiring perubahan peserta piala dunia dari 32 tim menjadi 48 tim. Penambahan jumlah peserta pada putaran final oleh FIFA berdampak pada penambahan kuota di setiap zona sebagai berikut :
1. OFC dari 0,5/11 menjadi 1,3/11
2. AFC dari 4,5/46 menjadi 8,3/46
3. CAF dari 5/54 menjadi 9,3/54
4. UEFA dari 13/55 menjadi 16/55
5. CONCACAF dari 3,5/35 menjadi 6,7/35
6. CONMEBOL dari 4,5/10 menjadi 6,3/10
Penambahan peserta di setiap konfederasi bertujuan memberi kesempatan kepada tim-tim yang selama ini belum pernah tampil untuk bisa merasakan atmosfer pesta sepak bola empat tahunan tersebut sehingga diharapkan perkembangan sepak bola di negara yang bersangkutan semakin membaik. di Asia sendiri penambahan kuota memberikan kesempatan kepada dua negara yakni Uzbekistan dan Yordania untuk melakukan debut di Piala Dunia. Kedua tim menunjukkan perkembanga sepak bola yang pesat. Uzbekistan Selalu hampir lolos via play off. Sementara Yordania adalah Finalis Piala Asia 2023 lalu. Penambahan kuota bagi Afrika juga memberikan kesempatan kepada Tanjung Verde. Negara dengan jumlah penduduk hanya 500.000 an untuk tampil perdana. Kehadirannya mampu menyingkirkan salah satu langganan Piala Dunia yakni Kamerun. Tuduhan Gattuso yang mengatakan Kualifikasi zona Conmebol mudah karena 6 tim lolos langsung dari 10 tim yang ada juga tidak berdasar, karena Chile salah satu tim kuat Amerika Latin tidak lolos dan terdampar di dasar klasemen kualifikasi.
Bagi Gattuso harusnya tetap optimis untuk meloloskan Italia, pasalnya zona Eropa hanya bertanding 6-8 kali untuk menuju Piala dunia bandingkan zona Conmebol yang harus bertanding 18 kali. Sementara zona lain harus melewati beberapa ronde. Kritikan Gattuso sebaiknya ditujukan ke Uni Sepak bola Eropa (UEFA) yang nekat mengadakan kompetisi Liga Negara (UNL) yang menurut sebagian pengamat sebagai liga kurang bermanfaat yang mengakibatkan Kualifikasi zona Eropa baru dimulai Maret lalu.
Sebagai Juara Dunia 4 kali, Gennaro Gattuso harus optimis membawa italia kembali ke masa kejayaan dan untuk menjadi juara dunia sejati harus siap menghadapi apapun rintangannya dalam kualifikasi.
Komentar
Silakan login untuk berkomentar.