Seorang siswa tentu selalu ingin meraih impian untuk masuk perguruan tinggi bergengsi. Sama halnya di Korea Selatan, persaingan masuk universitas ternama seperti Seoul National University, Korea University, hingga Yonsei University sangat ketat.
Kondisi tersebut membuat para orang tua rela menggelontorkan dana sangat tinggi agar sang anak dapat mengikuti kelas tambahan di Hagwon. Lembaga bimbingan akademik swasta ini menawarkan berbagai program intensif, mulai dari matematika, bahasa Inggris, hingga sains.
Mengenal Ragam Jenis Hagwon dan Biayanya
1. Single Subject Hagwons/Dangwa Hagwon (단과학원)
Sesuai dengan namanya, program Dangwa Hagwon ini memberikan layanan bimbingan belajar hanya untuk satu mata pelajaran wajib yang bebas dipilih sesuai dengan minat siswa. Jenis Hagwon ini menawarkan biaya yang relatif lebih terjangkau, sekitar 300 ribu Won per bulan.
2. University Entrance Exam Hagwons/Ipshi Hagwon (입시학원)
Di program ini, siswa mendapatkan bimbingan intensif dari guru profesional untuk semua mata pelajaran wajib yang masuk dalam ujian CSAT. Pihak Hagwon biasanya membagi kelas berdasarkan kemampuan atau nilai siswa, sehingga setiap peserta dapat belajar sesuai tingkat penguasaan mereka, dengan harga sekitar 400 ribu Won – 500 ribu Won per bulan.
(Note: Harga diatas dapat bervariasi tergantung lokasi, reputasi, serta popularitas guru dan lembaga penyelenggara)
Kelas-kelas yang ada di Hagwon ini sendiri biasanya dilakukan hingga larut malam setelah jam sekolah telah usai. Tak sedikit siswa menghabiskan lebih dari 12 jam sehari untuk belajar, demi meraih nilai memuaskan dalam ujian masuk perguruan tinggi nasional College Scholastic Ability Test (CSAT).
Fenomena Hagwon menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Hagwon dianggap oleh banyak orang sebagai sarana yang membantu siswa meningkatkan prestasi di sekolah dan memperbesar peluang diterima di universitas terbaik.
Namun, di sisi lain, biaya tinggi dan jam belajar yang panjang menimbulkan kekhawatiran. Tidak semua keluarga mampu membiayai program ini, sehingga tak jarang orang tua harus mengambil langkah untuk pindah ke apartemen yang lebih kecil, demi memastikan sang anak tetap bisa mengikuti Hagwon.
Pemerintah Korea Selatan awalnya sempat membuat kebijakan pengurangan jam operasional Hagwon agar beban belajar siswa dapat berkurang. Sayangnya, kebijakan ini tak sejalan dengan kenyataan di lapangan, karena para orang tua masih memiliki minat tinggi terhadap program kelas tambahan. Tingginya keinginan untuk masuk kampus impian membuat semuanya mudah untuk diuangkan. Mulai dari kelas bimbingan dan program lainnya yang sangat menggiurkan. Ternyata fenomena yang sama juga terjadi di negara Indonesia.
Kalo mau di bandingkan jelas sama, hanya saja beda negara dan ruang lingkup yang mencirikan sebuah majunya negara. Banyak bimbingan belajar yang ditawarkan membuat banyak orang mengambil jalan pintas dan cepat. Banyaknya kasus dalam memilih Pendidikan dan akademik yang bagus dan ketat membuat banyak dari kita memilih untuk bergerak secara cepat dan tepat. Dana dan program di atas sudah diatur dengan baik oleh pemerintah Korea Selatan tentunya. Sama dengan negara Indonesia.
Ternyata di negara maju Korea Selatan juga menerapkannya, akan tetapi mungkin berbeda dengan yang ada di Indonesia. Banyak juga warga Indonesia yang ingin sekolah atau mengambil Pendidikan atau akademik di negeri ginseng tersebut. Jadi sekarang zaman sudah berubah. Semuanya memiliki peluang dan kecepatan yang sama. Hanya kita saja yang bisa memutuskan. Kembali lagi dengan Pendidikan dan akademik yang bagus dan menunjang dapatkah kita berkembang seperti negara maju lainnya di Kawasan Asia???
Semuanya hanya kita yang bisa menjawab, ayo kontribusi dalam Pendidikan atau akademik dengan menjadi orang yang berkualitas dalam segala hal. Semangat!!! Kita mampu berkembang dan maju dengan negara lainnya. Semuanya bergantung dan balik ke diri masing-masing. Pantaskah kita hanya bersantai melihat bagaimana masa depan negara kedepannya. Ayo kita maju bersama. Terimakasih. ♥
Sumber artikel :
Komentar
Silakan login untuk berkomentar.