Pernikahan Remaja , Bukan Soal Cinta Tapi Nafsu

Asal lu tau nikah dini itu bukan masalah usia semata, tapi soal kesiapan individu. Kalau dua orang udah dewasa secara emosional,...

Pernikahan Remaja , Bukan Soal Cinta Tapi Nafsu

Nikah di usia dini  memang banyak pertimbangannya. Tapi kita jangan terlalu menyederhanakan masalah, seolah-olah semua kekacauan rumah tangga, kekerasan, bahkan pembunuhan terhadap anak itu hanya karena ekonomi buruk.

Orang gila mana yang bunuh anak karena miskin? Itu jelas penyakit sosial. Dan penyakit sosial bukan cuma lahir dari  kemiskinan, tapi dari tekanan psikologis yang lebih luas yg bisa menimpa siapa pun, bahkan yg secara ekonomi "cukup." 

Ekonomi itu fluktuatif. Hari ini lu punya kerja, suatu saat lu bisa kena PHK. Kalau lu pake logika “yang penting punya pekerjaan tetap dulu baru boleh nikah,” ya semua orang bisa gagal nikah karena masa depan ga pasti. Jadi bukan cuma soal punya kerja tetap atau tidak, tapi soal karakter, tanggung jawab, dan kesiapan mental.

Terus kmu bilang kalo  ekonomi buruk berarti otomatis anak akan terbunuh, impiannya mati, dan hidupnya hancur? Sorry ya, itu  narasi yg terlalu dramatisasi. Banyak juga orang tua yang hidup sederhana, tapi tetap bisa membesarkan anak-anaknya dengan penuh kasih dan tanggung jawab.

Kenapa harus pakai  standar tunggal? Asal lu tau nikah dini itu bukan masalah usia semata, tapi soal kesiapan individu. Kalau dua  orang udah dewasa secara emosional, tau tanggung jawab ya gamasalah. 

Jujur aja, dari semua argumen yang keluar soal “menikah dini = ekonomi buruk = anak terbunuh,” belum ada satu pun yg layak disebut sebagai argumen rasional berbasis logika klasik.

Pertama, kalian pakai premis umum yang cacat logika:

“Menikah dini → belum punya pekerjaan tetap → ekonomi buruk → anak jadi korban.”

Itu rangkaian sebab-akibat yang terlalu linier dan penuh asumsi. Realitas sosial itu ga bekerja sesederhana itu. Banyak juga yang nikah muda, ekonomi pas-pasan, tapi keluarganya sehat-sehat aja. Sebaliknya, orang mapan pun banyak yang rumah tangganya hancur.

Kedua, kalian melakukan generalisasi sempit dari kasus ekstrem. Ada satu-dua kasus anak terbunuh di keluarga miskin, lalu disimpulkan bahwa ekonomi buruk adalah pembunuh anak secara sistemik.

Kalau pake logika itu, berarti orang kaya yang KDRT juga harus disimpulkan sebagai bukti bahwa ekonomi baik pun tetap membahayakan anak, dong? 

Ketiga. ini yg paling tajam. Kalian itu  mengabaikan peran variabel lain kyk kondisi mental, beban sosial, relasi kuasa dalam keluarga, dan budaya pengasuhan-lalu nyalahin ekonomi seolah itu satu-satunya biang kerok. Padahal masalah sosial itu sangat multidimensi.

Kalau emang kalian mau bicara larangan menikah dini, kasih argumen logis yang utuh.

NulisKuy adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan tim editor.
Komentar

Silakan login untuk berkomentar.