
Perempuan Penenun Kabut
Dia bekerja sebelum fajar,
memintal kabut pagi
menjadi syal tipis.
Orang-orang membelinya
untuk menyeka keringat dingin,
atau mengikat perjalanan jauh
yang belum punya nama.
Suatu hari ia tak datang,
dan mereka menemukannya
tertidur di bangku taman
dengan tangan yang masih bergerak,
seperti terus menenun
harapan yang kosong.
Komentar
Silakan login untuk berkomentar.