Pada umumnya, edema atau yang dikenal dengan istilah “kaki gajah” sering dikaitkan dengan penumpukan cairan akibat gangguan ginjal atau jantung. Pada beberapa kasus, pasien datang dengan keluhan kaki bengkak, dan pemeriksaan laboratorium menunjukkan fungsi ginjal terganggu, misalnya kadar urea atau kreatinin yang tinggi atau bahkan mencapai nilai kritis.
Namun, tidak semua kasus kaki bengkak disebabkan oleh gangguan ginjal. Misalnya, pada salah satu kasus yang ditemui baru-baru ini, pasien dengan keluhan kaki bengkak memiliki profil lipid yang sangat tinggi, dengan kadar kolesterol total >500 mg/dL. Kondisi ini menunjukkan bahwa kaki bengkak juga bisa berkaitan dengan gangguan metabolik atau vaskular, bukan hanya edema akibat ginjal atau jantung.
Oleh karena itu, masyarakat yang mengalami pembengkakan pada kaki sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter spesialis, baik dokter jantung (kardiolog) maupun dokter penyakit dalam (internis), sesuai riwayat penyakit atau gejala lain yang dialami. Jika penyebabnya belum diketahui, pemeriksaan oleh salah satu dokter spesialis tersebut dapat membantu menemukan penyebab yang tepat, selain dari keluhan kaki bengkak itu sendiri.
Komentar
Silakan login untuk berkomentar.