Narasi Ganda Kematian Abral Wandikbo: Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Ketika satu kejadian punya dua versi cerita yang berbeda, kita harus jeli melihat lebih dalam. Kasus meninggalnya Abral Wandikbo di Papua menyisakan...

Narasi Ganda Kematian Abral Wandikbo: Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Kematian Abral Wandikbo, pemuda Papua asal Intan Jaya, bikin publik bertanya-tanya. Kok bisa? Soalnya, narasi soal kejadian itu datang dari dua arah yang saling bertolak belakang. Satu sisi, TNI membantah keras ada dugaan mutilasi. Sementara pihak koalisi sipil punya versi yang lebih kelam: Abral dibunuh dengan brutal.

 

Awalnya, menurut pernyataan resmi dari TNI, Abral Wandikbo adalah anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang tewas dalam kontak tembak di Distrik Homeyo, Intan Jaya, pada 4 September 2023. Pihak militer menyebutkan bahwa korban membawa senjata laras panjang jenis M16 saat ditemukan. Tidak ada unsur mutilasi sama sekali, dan tindakan dilakukan dalam rangka pertahanan diri.

 

Tapi narasi berbeda muncul dari pihak koalisi masyarakat sipil yang fokus pada isu-isu HAM. Menurut mereka, Abral bukanlah anggota KKB, melainkan warga sipil biasa. Lebih dari itu, mereka menduga korban mengalami tindakan kekerasan serius sebelum akhirnya tewas. Ada indikasi mutilasi yang bikin publik kaget dan geram.

 

Pihak keluarga korban pun ikut angkat bicara. Mereka membantah klaim bahwa Abral adalah anggota kelompok bersenjata. Bahkan, mereka menolak penguburan jenazah oleh pihak TNI dan meminta proses autopsi dilakukan secara independen untuk mengungkap kebenaran.

 

Situasi ini bikin masyarakat sipil dan organisasi HAM makin vokal menuntut transparansi. Mereka meminta investigasi independen, bukan cuma keterangan dari pihak militer. Publik pun makin peduli: benarkah ini murni aksi tembak-menembak? Atau ada pelanggaran HAM yang disembunyikan? 

NulisKuy adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan tim editor.
Komentar

Silakan login untuk berkomentar.