Mimpi dalam Kerinduan

Kerinduan adalah opsi terakhir ketika sesuatu mustahil untuk digapai

Mimpi dalam Kerinduan

Kalimat tegas yang pernah diucapkan  “Bisakah kau berhenti bertemu sukmaku?” ternyata runtuh dihantam kerinduan. 
Untuk kesekian kali, aku merindu.

Berulang kali tekad dibulatkan untuk melupakan, nyatanya hancur diterpa “Apa kabar dia di sana?” 

Kau tahu? Sulit rasanya membenci sesuatu yang amat kita kagumi. Tak terlalu paham apa itu cinta dan kasih sayang. Tapi yang dimengerti, you are my special person.

Telah ditarik kembali kalimat yang pernah terucap dalam tekad melupakan. Satu hal sederhana yang diminta, “Bisakah kita bertemu kembali dalam mimpi? Senyuman itu menumbuhkan rindu”.

Hari ini, raga bertemu dengan beberapa orang yang setempat denganmu. Anganpun mulai berandai “Akan terasa sangat bahagia jika raga milikmu datang melengkapi”.

*Kemarilah, bibir ini akan mengungkap satu hal yang baru saja diketahui. Raga melompat kegirangan ketika mengetahui jika jemarimu menyimpan kontakku. Namun, mengapa tidak berani menyapa? Hanya mengetik kata 'Hai' saja tidak mampu dilakukan oleh jarimu? Apakah tiga huruf itu sangat berat? Jika netramu melihat tulisan ini, cobalah melangkah kearah raga ini berdiri. 

Beribu fakta sering menampar raga bahwa tembok terlalu tinggi. Bukan tentang keyakinan, namun soal latar belakang. Siapa sangka? Satu harapan selalu berada digarda terdepan yang tak pernah berhenti percaya bahwa “Jika memang ditakdirkan, dua raga akan dipertemukan”.

Harapan dan doa selalu dipanjatkan, semoga suatu saat penantian menjadi nyata. Namun, bagaimana jika pada akhirnya kenyataan membungkam harapan bahwa jiwa dan ragamu telah berpunya? 

Akan terasa menyakitkan jika harapan yang selalu dipanjatkan kalah dengan rencana yang kau usahakan. Bukan untukku, tapi untuk orang yang kau pilih. 

Jika menurutmu ini bodoh, ya.. memang benar. Langkah apa yang harus dilakukan? Raga terjebak dalam dimensimu. 

*Jika kau melihat tulisan ini, tolong datanglah sekali lagi dalam dimensi bunga tidur. Aku hanya ingin bercerita, sesulit apa bernapas tanpa harapan tentangmu. Akan kuusahakan untuk mengatakan bahwa aku rindu.

Ternyata benar, tidak semua harapan bisa terwujud. Dan ketika semua itu terbang tanpa arah, yang tersisa hanyalah kerinduan.

NulisKuy adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan tim editor.
Komentar

Silakan login untuk berkomentar.