
Menu Makan Malam ini
Kami duduk melingkar di dapur
dan ibu membagi-bagi sepi ke dalam piring-piring.
Anak bungsu mencoba menggoreng tawa,
tetapi apinya terlalu lelah untuk menyala.
Ayah menyisihkan nasi dari porsinya,
mengatakan itu untuk masa depan.
Kami mengangguk, mengunyah udara,
sementara televisi menyiarkan berita tentang hujan
yang tak pernah sampai ke atap rumah kami.
Ibu menggantung sendok di langit-langit,
katanya nanti bisa dipetik jika musim berubah.
Kami menunggu dengan mulut terbuka,
tetapi yang jatuh hanya debu dan nama-nama
orang yang sudah pergi.
Malam ini kami tidur tanpa gula,
mimpi pun terasa pahit di lidah.
Tapi di lemari, gelas-gelas kosong
masih bersiap untuk diisi cahaya
kalau-kalau esok masih ada yang mau singgah.
Komentar
Silakan login untuk berkomentar.
Good Job, Lanjutkan !