Salah satu alasan program pengadaan Menu Bergizi Gratis (MBG) adalah mencegah anak stunting. Oleh karena itu Presiden Terpilih menggalakkan MBG yang mana menunya digadang-gadang bermuatkan menu gizi seimbang.
Namun dalam prakteknya, tidak mudah menyukseskan program ini, khususnya di jenjang sekolah taman kanak-kanak (TK). Selain faktor selera, rata-rata masih banyak anak tidak suka memakan sayur. Kalaupun ada, biasanya hanya sayur tertentu saja.
Padahal sayur mayur sangat penting untuk asupan gizi, lebih-lebih bagi anak yang masih dalam pertumbuhan.
Ada banyak cara membuat anak tertarik dengan sayur. Kita bisa menyiasatinya dengan memotong sayur dalam berbagai bentuk yang menarik. Anak-anak cenderung suka dengan aneka bentuk seperti hewan atau karakter yang lucu-lucu.
Hal lain yang dapat kita lakukan adalah memperkenalkan anak-anak dengan jenis sayur secara langsung. Kita bisa mengajak mereka bermain peran atau menceritakan dongeng yang berhubungan dengan sayur.
Langkah terakhir yang bisa kita coba adalah melibatkan anak secara langsung, misal dalam kegiatan cooking class atau menanam. Pengalaman langsung pada anak akan membuat mereka mengenal lebih dekat dan mengikat informasi seputar sayur yang disampaikan.
Kita bisa memberi tahu pada mereka bahwa wortel, tomat, adalah jenis sayur yang banyak mengandung vitamin A dan C. Sampaikan pula pada mereka bahwa vitamin A penting untuk kesehatan mata, begitu juga vitamin C yang baik untuk kekebalan tubuh agar tidak mudah sakit.
Hindari memaksa anak, karena hal ini justru akan membuat mereka trauma bahkan menolak untuk mencoba. Sampaikan pada mereka bahwa tubuh mereka membutuhkannya agar sehat. Jika mereka menolak, hal itu semata-mata justru peran dari lidah yang menolak dan membohongi diri sendiri.
Makin cepat kita kenalkan mereka pada sayur, makin mudah bagi mereka untuk menyukainya. Jangan sampai keberadaan dan konsumsi sayur tergantikan dengan suplemen maupun makanan instan yang sarat pengawet.
Jika tidak sekarang, kapan lagi? Anak adalah generasi emas yang harus kita jaga dan rawat tumbuh kembangnya agar kelak tidak terdengar lagi mereka yang stunting ataupun malnutrisi.
Salam sehat!
Komentar
Silakan login untuk berkomentar.