Indonesia adalah sebuah negara yang terletak di Asia.Terletak diantara dua samudera yakni Samudera Hindia dan Samudera Pasifik serta dua benua yakni Benua Asia dan Australia. Dengan letak geografis yang strategis menjadi Indonesia sebagai persimpangan perdagangan sejak masa lampau.
Sejak masa kerajaan, wilayah Indonesia yang dikenal sebagai nusantara merupakan persinggahan bagi para pedagang terutama antara China dan India.
Hubungan dagang antara kedua negara besar dunia tersebut dan persinggahan para saudagar keduanya menyebabkan masuknya agama Hindu dan Budha yang mewarnai kehidupan masyarakat nusantara yang sebelumnya menganut kepercayaan nenek moyang yakni Animisme dan Dinamisme.
Selanjutnya Nusantara juga menjadi tempat bersinggah para pedagang Arab dan Persia yang ternyata juga menjadi media dakwah penyebaran agama Islam. Selain berdagang, para saudagar juga berdakwah melalui pendidikan, kesenian juga menikahi para puteri bangsawan.
Dengan beragam metode tadi menjadikan Islam menjadi agama mayoritas di Indonesia hingga hari ini. Selanjutnya datang pula bangsa Eropa untuk berdagang yang selanjutnya sambil menyebarkan agama Kristen dan Katolik.
Meski Islam menjadi agama mayoritas yang dianut penduduk negeri ini,namun secara konstitusi, negara ini bukanlah negara agama seperti Malaysia, Iran, Arab Saudi. Indonesia juga bukan seperti Turki dengan sekularismenya.
Jika negara Agama, maka didalam konstitusi negara tersebut tercantum satu agama tertentu di dalam undang-undang sehingga agama resmi tersebut lebih diistimewakan dibandingkan negara lain. Sementara di negara sekuler, tidak ada agama yang tercantum dalam konstitusi negara. Praktik keagamaan tidak diurus negara.
Artinya agama terpisah dari kehidupan bernegara. Sementara negara kita yang berdasarkan Pancasila bukan negara agama tapi bukan pula negara Sekuler. Artinya negara menjamin kemerdekaan tiap penduduk untuk memeluk agama yang diyakininya dan setiap warga negara tidak diperkenankan hidup tanpa memeluk salah satu Agama yang diakui negara. Inilah salah satu keunikan negara kita yang tidak dimiliki negara lain.
Indonesia juga terdiri dari beragam suku yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia dengan berbagai perbedaan pakaian,rumah dan adat istiadat masing- masing. Meski terdiri dari ribuan suku, namun kerukunan sangat terpelihara. Tidak ada konflik antar Suku ataupun agama berskala besar yang pernah terjadi di Indonesia. Bandingkan dengan sejumlah negara di Timur Tengah seperti Suriah, Libia, dan Sudan yang mana mereka saling berperang satu sama lainnya sedangkan mereka terdiri dari hanya satu bangsa dan satu agama.Keunikan inilah yang banyak menyebabakan negara di Timur Tengah mau belajar kepada Indonesia bagaimana cara menjaga keharmonisan dalam perbedaan.
sepanjang sejarahnya, Indonesia juga mengalami peralihan kekuasaan yang berlangsung tanpa pertumpahan darah secara besar- besaran.
Peralihan kekuasaan dari Orde Lama ke Baru juga terwujud dalam Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) yang ikonik. Kekuasaan Soeharto dan orde barunya juga berakhir hanya dalam bentuk reformasi bukan Revolusi seperti di negara Perancis, Jerman, Rusia dan Iran. Peralihan kekuasaan dari BJ Habibie dan KH.
Abdurrahman Wahid juga berlangsung demokratis dengan ditolaknya pertanggungjawaban presiden ke-3 dan terpilihnya Presiden ke-4 dalam voting sidang Umum MPR.
Pun demikian dengan masa peralihan dari Gusdur kepada Megawati. Meski diwarnai dengan Sidang Istimewa, sekali lagi peralihan kekuasaannya bisa berjalan tanpa pertumpahan darah. Sementara dari Presiden Megawati ke SBY, Jokowi dan Prabowo terpilih secara demokratis melalui Pemilu lima tahunan. SBY adalah presiden pertama yang terpilih secara langsung dan dilanjutkan dengan Jokowi dan Prabowo kini. Bandingkan dengan negara di Timur Tengah seperti Suriah, Irak, Yaman atau Iran yang mengalami pertumpahan darah dalam perjalanan peralihan kekuasaannya.
Komentar
Silakan login untuk berkomentar.