Letter E Rinjani Akan Dipasangkan Safety Fence

Letter E Rinjani Akan Dipasangkan Safety Fence?

Letter E Rinjani Akan Dipasangkan Safety Fence

Tau gak sih 👇

Sebuah unggahan dari akun Sulfiadi Barmawi (7/7/25) cukup menarik perhatian dan menjadi bahan diskusi hangat di salah satu grup komunitas Tour Organizer (TO) Rinjani:

“Akhirnya dapat proyek pengerjaan safety Letter E Rinjani.. 😅” tulis Sulfiadi disertai beberapa foto ilustrasi safety fence di jalur Letter E.

Meski mungkin hanya sekadar kelakar atau harapan pribadi, menurut kami wacana ini menarik untuk didiskusikan, mengingat urgensi peningkatan aspek keamanan di jalur pendakian Gunung Rinjani—terutama pada titik “Letter E” yang dikenal ekstrem dan berisiko tinggi.

Kenapa Letter E Layak Dipasangi Safety Fence?

Letter E merupakan bagian dari trek menuju puncak Rinjani yang terkenal karena tingkat kemiringannya yang curam, tekstur tanah berpasir lepas, serta kontur sempit di punggungan gunung. Banyak pendaki menyebutnya sebagai salah satu bagian paling menegangkan dan teknis di Rinjani.

Menurut data Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), Rinjani dikunjungi lebih dari 100.000 orang per tahun. Dari jumlah itu, sekitar 20–30% pendaki menuju puncak—artinya sekitar 30.000 orang melewati jalur Letter E setiap tahunnya. Dengan tingginya arus kunjungan, potensi insiden jatuh atau cedera di titik-titik berbahaya tentu tidak bisa diabaikan.

Salah satu insiden terbaru yang mendapat sorotan adalah kasus yang menimpa travel influencer asal Brasil, Juliana Marins. Peristiwa tersebut masih bergulir dan bahkan mendapatkan atensi serius dari pemerintah Brasil dan Indonesia.

Pemasangan safety fence atau sistem perlindungan ala via ferrata sebenarnya bukan hal asing dalam dunia pendakian. Di berbagai negara dengan karakteristik medan serupa, langkah ini terbukti mampu menurunkan angka kecelakaan:

Gunung Fuji, Jepang: Beberapa jalur dilengkapi pagar pengaman dan rantai pendakian, mengingat licinnya kerikil vulkanik.

Gunung Teide, Spanyol: Jalur sempit dan terjal diberi kabel dan pegangan permanen demi keselamatan pengunjung..

Meskipun begitu, untuk merealisasikannya, perlu dilakukan studi terlebih dahulu, terkait: Kajian geoteknik untuk memastikan struktur tanah mampu menopang instalasi, Aspek ekologis dan estetika agar instalasi tidak merusak lanskap alami Rinjani, Pelibatan komunitas dan stakeholder lokal yang memahami karakteristik gunung dan nilai-nilai konservasi di dalamnya.

Sekadar pendapat.

Bagaimana menurut teman-teman?

#gunungrinjani #lettererinjani #insidenrinjani #lombok

NulisKuy adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan tim editor.
Komentar

Silakan login untuk berkomentar.