Larangan buang angin dan berhalangan saat membuat peuyeum

Membuat peuyeum rentan dikaitkan dengan mitos tidak boleh buang angin atau dalam keadaan haid bila yang membuatnya adalah seorang perempuan.

Larangan buang angin dan berhalangan saat membuat peuyeum

Salah satu olahan singkong yang terkenal adalah peuyeum Bandung. Makanan lembut bercita rasa manis serta asam ini bisa dikreasikan menjadi banyak olahan, dapat juga dimakan langsung.

Namun, ada hal unik saat hendak membuatnya. Banyak yang meyakini para pembuat peuyeum tidak boleh dalam keadaan buang angin atau haid. Jika dilanggar, hal ini akan membuat peuyeum menjadi gagal; berwarna merah serta terlalu asam.

Meskipun banyak yang menganggapnya sebagai mitos, beberapa orang menilai bahwa sejatinya hal tersebut dimaksudkan untuk menjaga kebersihan. 

Dalam proses pembuatan peuyeum yang perlu waktu pemeraman, maka jika pembuatnya tidak dalam keadaan bersih akan mempengaruhi hasil.

Sebagai contoh, saat akan membuat peuyeum, gunakan sarung tangan atau cuci bersih tangan kita. Lalu bila bagian permukaan singkong tidak dikerok maka akan membuat tekstur keras dan ragi tidak menyebar secara rata.

Oleh sebab itu, setelah singkong dikupas, jangan lupa untuk mengerok permukaan terluarnya sebelum dicuci dan lanjut pada proses berikutnya.

Walaupun larangan ini dianggap mitos, namun sampai sekarang masih banyak yang menerapkannya. Karena hal ini menjadi bagian dari tradisi yang terus hidup dan berkembang sebagai kearifan lokal.

NulisKuy adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan tim editor.
Komentar

Silakan login untuk berkomentar.