Kalau ditanya sejak kapan aku suka menulis. Akan aku jawab sejak duduk di bangku SD. Yah, sejak SD saya suka menulis. Menulis dayri, menulis catatan dari guru, dan menulis hal-hal sepele yang terjadi dalam keseharian.
Saya pikir hal-hal tersebut adalah kebiasaan masa kecil yang konyol. Tapi, ternyata tidak. Kebiasaan sepele itulah yang membuat saya bisa menulis hingga sekarang.
Ternyata benar apa yang dikatakan oleh Tjahjo Harry Wilopo dalam bukunya yang berjudul Habit Is Power. Beliau menjelaskan bahawa:
"Kita adalah apa-apa yang berulang-ulang kita lakukan. Sukses bukanlah tindakan, melainkan sebuah kebiasaan."
Kebiasaan menulis akan membuat seorang penulis menjadi mudah dalam menuangkan segala bentuk ide yang terpendam dalam pikirannya. Tak jarang para penulis senior berpesan untuk menulis setiap hari.
Karena, menulis setiap hari memiliki efek positif yang sangat baik untuk keterampilan kita dalam menulis.
Apa yang kita tulis setiap hari?
Mungkin ada yang bertanya. Lalu, apa yang harus saya tulis setiap hari? Seorang penulis buku Akbar Zainuddin dalam bukunya menjelaskan beberapa hal yang bisa dijadikan untuk latihan menulis setiap hari.
Kita bisa menulis pengalaman kita, pengalaman orang lain, menulis kisah film yang disukai, menulis perjalanan, menulis tentang alam, menulis hasil bacaan sebuah buku, dan juga menulis tentang perjalanan saat mengunjungi suatu tempat.
Karya perdana
Memiliki karya perdana adalah satu hal yang saya banggakan. Saat ingat pada tulisan saya yang pertama itu diterbitkan bersama teman-teman penulis lainnya dalam buku berjudul Pelangi Kehidupan.
Saya menulis cerpen dengan judul "Mama... Kami Rindu." Tulisan menulis cerpen tersebut dari pengalaman orang lain.
Nah, catatan untuk saya dan juga teman-teman penulis. Kita bisa menulis apapun. Kita bisa menulis kapanpun. Sekarang tergantung pada pribadi masing-masing. Mau memulai atau menunggu lagi.
Karena langkah awal seorang mau menjadi penulis adalah dengan cara memulainya. Jangan menunda sehingga akan timbul malas. Jangan menunggu hingga nanti kehilangan ide. Jangan lagi beralasan hingga karya tidak kunjung jadi.
Yuk, menulis kawan. Dari satu kata yang kita mulai akan melahirkan banyak kalimat. Kemudian akan terbaca dalam bentuk paragraf. Hingga akhirnya menghasilkan karya yang utuh.
Komentar
Silakan login untuk berkomentar.
Semoga dengan menulis, beban di hati bisa berkurang ya kak.. saya suka membaca tulisannya kakak.
Sama kak
Keren artikelnya kak