Agaknya tidak ada tokoh revolusioner yang melebihi wibawa dari Nabi Muhammad saw, Rasul akhir zaman dan pembawa rahmat bagi seluruh alam. Ya, Muhammad adalah sosok yang lahir untuk menyempurnakan nabi dan rasul sebelumya, termasuk kitab Suci Al-Quran yang menjadi mu'jizat nya adalah penyempurna dari kitab- kitab sebelumnya. Terlahir sebagai yatim, Muhammad kecil tumbuh dalam asuhan sang ibu yakni Sayyidah Aminah binti Wahab karena sang ayah Abdullah bin Abdul Muthalib telah wafat saat beliau masih dalam kandungan. Kisah haru beliau berlanjut ketika usia 6 tahun, sang ibu menyusul sang ayah ke hadirat Allah yang menyebabkan beliau menjadi yatim piatu saat usia TK menuju SD untuk ukuran saat ini. Selanjutnya dua tahun dalam asuhan sang kakek dari usia 6-8 tahun, Muhammad kecil kemudian diasuh oleh sang paman Abu Thalib bin Abdul Muthalib. Kehidupan bersama Abu Thalib, menempa Muhammad kecil sebagai pribadi yang mandiri. Beliau selalu membantu sang paman menggembalakan kambing dan menjajakan dagangannya ke negeri Syam. Muhammad tau bahwa paman yang mengasuhnya bukanlah orang yang kaya raya, tetapi seorang yang serba kekurangan serta menghidupi banyak anak, maka beliau sudah bekerja keras sejak kecil untuk keperluan sendiri dan membantu pamannya.
Ketika masa remaja, Nabi Muhammad yang terkenal dengan kejujuran dan kerja kerasnya menyebabkan beliau dipercaya orang-orang mekkah untuk menjaga barang dagangan mereka dan mendapat gelar al-Amiin. Berita akan kebaikan Muhammad akhirnya terdengar pula kepada seorang janda kaya bernama Khadijah binti Khuwailid yang akhirnya juga memanfaatkan jasa Muhammad untuk menjaga dan membantunya dalam berdagang. Karena terpukau dengan kejujuran dan kerja kerasnya, Khadijah tertarik dan jatuh cinta kepada Muhammad dan Keduanya akhirnya menikah. Terpaut 15 tahun tidak membuat dua insan mulia tersebut untuk berjodoh dan menjadi sepasang suami istri yang sakinah, mawaddah warahmah dan dikarunai enam orang anak. Selama 25 tahun membina rumah tangga, Nabi Muhammad saw tidak pernah mengambil wanita lain disisinya membuktikan begitu cintanya Muhammad pada Khadijah.
Pada Usia 40 tahun, ketika beliau bertahanus di Gua Hira, Allah mengutus malaikat Jibril untuk menyampaikan wahyu pertama yakni Surat al-Alaq ayat 1-5 yang menandai pengangkatan Muhammad sebagai Utusan Allah. Peristiwa yang dialami pada 17 Ramadan tersebut mengakibatkan Muhammad kaget dan mengginggil dan minta diselimuti sang Istri Khadijah. Khadijah kemudian menyelimuti nabi Muhammad dan menenangkan suaminya. Disinilah peran besar seorang istri utusan Allah. Setelah menerima Wahyu kedua mulailah Nabi melakukan dakwah dan Syiar Islam keepada keluarga dan Sahabat terdekatnya. Sang Istri adalah wanita pertama yang mempercayai kerasulannya. Ali bin Abi Thalib menjadi anak yang pertama memeluk Islam. Selanjutnya sahabat terdekatnya Abubakar juga menerima risalahnya. Zaid bin Haritsah adalah budak pertama yang juga mengimani kerasulan Muhammad. Lewat perantara Abubakar, banyak pembesar Mekkah yang juga masuk Islam antara lain Usman bin Affan, Zubeir bin Awwam, Thalhah bin Ubaidillah, Abdurrahman bin Auf, Saad bin Abi Waqash, Abu Ubaidah bin Jarrah, Said bin Zaid dan Isterinya Fatimah binti Khattab.
Selama berjuang dalam dakwah, Nabi Muhammad saw mendapat banyak rintangan dari kaum kafir Qurays. yang menantang dakwah beliau antara lain Abu Jahal dan Walid bin Mughirah dari bani Makhzum. Paman beliau sendiri, Abu Lahab dan Isterinya Ummu Jamil binti Harb juga menjadi musuh utama dakwah bahkan hingga tercatat dalam al-Quran surat al-Lahab. Rintangan tersebut dihadapi oleh Nabi Muhammad dan para sahabat dengan kesabaran yang luar biasa. bahkan , mereka sempat diboikot oleh kafir Qurays sebelum akhirnya penderitaan berakhir ketika Nabi dan para sahabat hijrah ke Madinah. Di Madinah, Nabi Muhammad mulai membangun negara dan masyarakat Islam. Umat Islam memenangkan peperangan sepanjang di Madinah (kecuali perang Uhud). setelah berdakwah selama 13 tahun di Mekkah dan 10 tahun di Madinah dan turunnya wahyu terakhir yakni Surat Al- Maidah ayat 3, Rasulullah jatuh sakit dan wafat pada usia 63 tahun di Madinah.
Selama hidup beliau, banyak kisah yang menjadi suri tauladan antara lain tentang kejujuran dan kerja keras yang harus menjadi jiwa hidup kita. Kisah Istri yang berkorban harta dan jiwa yang ada dalam diri Khadijah. Sang Suami yang praktik monogami dengan mencintai dan selalu setia kepada istrinya bukan karena cantik dan menawan. Beliau juga mencontohkan poligami 12 isterinya dengan adil bukan poligami karena nafsu dan pangkat. Hal tersebut terbukti nabi menikahi para janda (Kecuali Aisyah) dan menikah pula dengan mantan budak pada diri Mariyah dan Raihanah. Nabi Muhammad juga mencontohkan kesabaran yang luar biasa bahwa nabi ditakdirkan kehilangan 3 putera lelakinya saat masih kecil dan semua puteri beliau wafat sebelum beliau (Kecuali Fatimah). Nabi Muhammad juga mencontohkan sikap balas budi kepada orang yang pernah membantu diantaranya Nabi Muhammad saw mengambil Ali yang masih kecil sebagai anak asuhnya sebagai balasan kepada pamannya Abu Thalib yang merawat nabi sejak kecil dan masih banyak lagi. Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad, waala alihi waashhabihi ajmain.
Komentar
Silakan login untuk berkomentar.