Belum kering pusara Sinuhun Sri Susuhunan Pakubuwono XIII dimakamkan di Astana Pajimatan Imogiri, Kabupaten Bantul DIY pada 5 November lalu, drama tentang siapa yang akan menjadi raja Keraton Solo kembali muncul ke permukaan. Hal tersebut terjadi ketika Gusti Purboyo yang merupakan putra mahkota menyatakan kesanggupannya dan berikrar siap menjadi Pakubuwono XIV sesaat sebelum jenazah ayahnya diberangkatkan menuju pemakaman. Mengenai hal tersebut mahamentri KGPA Tedjowulan enggan berkomentar mengingat situasi masih dalam keadaan berduka. Pemilik nama asli GRM Surya Suteja tersebut akan mengumpulkan putera dan puteri PB XII dan PB XIII untuk membahas siapa yang akan diangkat menjadi raja berikutnya. Ia juga mengangkat dirinya sebagai PLT ad interim sampai terpilihnya raja Solo berikutnya sesuai SK Kemendagri.
Sementara itu, ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Karaton Surakarta, GKR Koes Murtiyah Wandansari atau yang lebih akrab dengan sapaan Gusti Moeng mengatakan jika masalah suksesi dan kelangsungan keraton Solo tengah dibahas oleh Gusti Hangabehi /Mangkubumi bersama adiknya Gusti Purbaya.
Di tempat lain, putri tertua Sinuhun Pakubuwono XIII, GKR Timoer Rumbai Kusuma Dewayani mengatakan, keluarga inti keraton telah bersepakat bahwa Gusti Purboyo yang telah ditetapkan sebagai putera mahkota pada 2022 sebagai pewaris tahta yang syah. Beberapa hari kemudian beredar undangan Jumenengan Gusti Purbaya untuk dinobatkan sebagai Pakubuwono XIII yang akan berlangsung pada hari Sabtu, 15 Nopember 2025. Terlepas dari masih kontroversial, nyatanya undangan ini juga telah disampaikan termasuk ke Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X. Utusan dari Keraton Solo diterima oleh GKR Condrokirono (puteri Sultan).
Di pihak lain, Pada hari kamis 13 November, Mahamenteri KGPA Tedjowukan mengumpulkan Putera puteri PB XII dan XIII di Sasana Handrawina, Keraton Solo. Hadir dalam rapat tersebut anak-anak PB XII termasuk Gusti Moeng dan Putera tertua PB XIII, Hangabehi. Namun ternyata pertemuan tersebut yang sedianya untuk berdialog soal suksesi tetapi secara sepihak dijadikan ajang penobatan Gusti Hangabehi sehingga beberapa kerabat keraton yang tidak setuju memutuskan untuk Walk Out. Gusti Hangabehi yang memiliki nama Asli GRM Suryo Suharto menerima penobatan tersebut dan meminta dukungan semua keluarga dan semua pihak untuk bersama menjaga Keraton Solo. Melihat hal tersebut GKR Timoer dari pihak Gusti Purboyo merasa kecewa kepada Gusti Hangabehi yang dianggapnya telah berkhianat pada Kakak dan adik-adiknya seraya memastikan prosesi jumenengan Gusti Purboyo tetap berlangsung sesuai rencana.
Proses Jumenengan Gusti Purbaya sebagai sinuhun Sri Susuhunan Pakubuwono XIV berlangsung Sabtu pagi, 15 November dan dihadiri sejumlah kerabat. Acara tersebut dilaksanakan dengan sejumlah prosesi adat sebagaimana pendahulunya. Acara di akhiri dengan kirab Jumenengan dari Keraton Solo melewati alun-alun utara dan kawasan Gladak dengan melewati sejumlah jalan di kota Solo dan masyarakat solo tumpah ruah menyaksikan prosesi tersebut dan mayoritas berharap tidak ada konflik lagi di Karaton Solo. Acara jumenengan turut pula dihadiri sejumlah tokoh termasuk presiden ke-7 RI Joko Widodo dan Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X.
Sekilas kondisi Keraton Solo tampak baik-baik saja dan tidak ada friksi didalamnya. Yang jelas saat ini ada dua putera Mendiang Sinuhun PB XIII yakni Gusti Purboyo yang didudukung puteri puteri PB XIII dan Gusti Hangabehi yang didukung LDA pimpinan Gusti Moeng yang sama-sama mengklaim gelar Pakubuwono XIV. Dualisme kepemimpinan Keraton Solo yang juga mengingatkan peristiwa serupa antara tahun 2004-2012 Ketika KGPH Hangabehi dan Adiknya KGPA Tedjowulan sama- sama mengklaim sebagai PB XIII.
Komentar
Silakan login untuk berkomentar.