Koperasi Merah Putih: Harapan Baru untuk Ekonomi Desa, tapi Ada Tantangan!

Pemerintah Indonesia punya rencana besar untuk membangun ekonomi desa dengan membentuk 80.000 Koperasi Merah Putih. Tujuan utamanya? Membantu petani dan pelaku usaha...

Koperasi Merah Putih: Harapan Baru untuk Ekonomi Desa, tapi Ada Tantangan!

Koperasi Merah Putih: Harapan Baru untuk Ekonomi Desa, tapi Ada Tantangan!

Jakarta, 2 Mei 2025 – Pemerintah Indonesia punya rencana besar untuk membangun ekonomi desa dengan membentuk 80.000 Koperasi Merah Putih. Tujuan utamanya? Membantu petani dan pelaku usaha kecil agar lebih mandiri dalam mengelola hasil pertanian mereka.

Tapi, program ambisius ini juga menimbulkan banyak pertanyaan. Dengan anggaran mencapai Rp 3-5 miliar per koperasi, pemerintah berharap pendanaannya bisa ditanggung oleh APBN dan dana desa, serta didukung oleh Himpunan Bank Negara (Himbara) melalui skema cicilan selama tiga hingga lima tahun.

Banyak Dukungan, Tapi Tak Sedikit Kritik

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menjelaskan bahwa koperasi ini akan menjadi lumbung pangan di desa. “Presiden ingin setiap desa punya ketahanan pangan sendiri, sehingga petani tidak lagi bergantung pada tengkulak,” ujarnya.

Namun, kebijakan ini mendapat kritik dari Center of Economic and Law Studies (Celios). Direktur Celios, Bhima Yudhistira, mengingatkan bahwa skema pembiayaan ini berisiko tinggi. “Kalau koperasi tidak dikelola dengan baik, bisa saja terjadi kredit macet yang membebani keuangan negara,” katanya.

Tak hanya itu, beberapa pengamat menyoroti kurangnya perencanaan dan pengelolaan koperasi yang jelas. Ada kekhawatiran bahwa program ini bisa menjadi alat politik menjelang pemilu 2029.

Masa Depan Koperasi Merah Putih

Meski ada kritik, pemerintah tetap yakin bahwa koperasi ini bisa menjadi solusi bagi ekonomi desa. Menteri Koperasi dan UKM, Budi Arie Setiadi, menjelaskan bahwa koperasi akan dikembangkan dengan tiga pendekatan utama, meskipun detailnya belum sepenuhnya dijelaskan.

Saat ini, 64.000 kelompok tani siap beralih menjadi koperasi, yang diharapkan bisa membuat sistem pertanian dan distribusi pangan lebih terintegrasi. Jika pengelolaannya matang dan transparan, program ini bisa jadi langkah besar dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat desa.

Apakah koperasi ini akan benar-benar membawa perubahan? Masih banyak yang harus dipersiapkan, tapi harapannya, program ini bisa menjadi langkah maju bagi ekonomi desa!

Referensi:

Koper Koperasi Desa Merah Putih | tempo.co

NulisKuy adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan tim editor.
Komentar

Silakan login untuk berkomentar.