Apa Itu Kombucha?
Kombucha adalah teh fermentasi dengan koloni bakteri dan ragi (SCOBY), menghasilkan minuman bersoda alami, asam ringan, dan beragam nutrisi seperti probiotik, antioksidan, dan vitamin B1–B6.
Gen Z di banyak negara kini memilih minuman “fungsional” seperti kombucha, matcha, dan mushroom coffee sebagai pengganti alkohol dan kopi—tren ini naik 54% dalam setahun terakhir.
Di Indonesia, kemunculan produsen lokal rumahan menjadikan kombucha mudah diakses dan sangat “Instagram-able” berkat botol estetik dan varian rasa menarik seperti jahe, kunyit, dan pandan.
Manfaat Dari Kombucha yang Sering Diklaim
- Probiotik & Kesehatan Pencernaan – Ragi dan bakteri baik membantu menjaga mikrobioma usus.
- Antioksidan & Detoksifikasi – Kombucha kaya polifenol, membantu melawan radikal bebas dan mendukung detoks liver.
- Dukungan metabolik & berat badan – Probiotik serta kandungan antioksidan bisa membantu metabolisme, kontrol gula darah, dan mengurangi inflamasi—tapi efeknya belum benar-benar pasti.
- Periode konsumsi optimal – Minum sekitar 120 ml per hari dianggap aman; dikonsumsi setelah makan ringan dapat memaksimalkan manfaat.
Waspadai Juga Efek Negative Kombucha
- Fermentasi dapat menghasilkan jejak alkohol (<0.5%) dan gas yang menimbulkan bloating atau mulas bila berlebihan.
- Kombucha buatan rumahan berisiko terkontaminasi jika tidak steril; konsumsi berlebih dan rasa terlalu asam juga bisa iritasi lambung.
Cara Memanfaatkan Tren Kombucha dalam Hidup Sehat
- Mulai perlahan: konsumsi 100–150 ml per hari setelah makan.
- Pilih produk terpercaya: pastikan kemasan steril, label jelas, dan kadar gula rendah.
- Kreasikan sendiri: rumahan bisa dipadukan jahe, rempah, atau buah lokal — dengan protokol steril yang baik.
- Padukan gaya hidup sehat: kombucha lebih baik sebagai pelengkap diet seimbang, olahraga, dan hidrasi.
Komentar
Silakan login untuk berkomentar.