Ketika Dunia Tidak Berpihak

Renungan hidup dan kegagalan

Ketika Dunia Tidak Berpihak

Hidup tidak pernah mudah dipahami. Kadang terasa seperti berjalan dalam kabut tebal, tidak tentu arah, tidak tahu kapan terang akan datang. Segala usaha telah dicoba, segala do'a telah diucap, namun hasilnya tetap gagal, jatuh, hancur berkeping-keping di tempat yang sama. Rasanya menyakitkan sekali saat harapan yang dibangun dengan sepenuh hati runtuh tanpa ampun. 

Tidak ada yang ingin hidupnya dipenuhi luka. Tidak ada yang bercita-cita untuk terus gagal, tapi bagaimana jika semua sudah dilakukan dan tetap belum berhasil? Dunia seolah diam karena tidak peduli pada air mata yang menetes diam-diam ditengah malam. Rasa lelah menumpuk seperti beban yang tidak kunjung berkurang. Namun, diantara reruntuhan harapan masih ada sesuatu yang menolak padam. Sekecil apapun masih ada keinginan untuk mencoba kembali meski tangan bergemetar dan hati menyerah. 

Mungkin hidup tentang seberapa kuat mampu berdiri setelah dunia menghancurkannya. Belum waktunya atau masih ada hal yang harus dipelajari dari setiap rasa sakit. Selama nafas masih ada, kesempatan juga masih ada walaupun samar.

NulisKuy adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan tim editor.
Komentar

Silakan login untuk berkomentar.