Mentereng hari yang berwarna
Kini tak bersuara bahkan menyapa
Sungguh tidak ada yang mampu melawan sang pencipta
Kemana perginya ramai dunia
Hiruk pikuk yang dulu tertawa
Kini angin pun tak bernyawa
Kemana perginya silauan cahaya
Bahkan kelam pun malu memunculkan dirinya
Kemana perginya harapan semua
Bahkan asa pun tak lagi bersuara
Kini hanya kesendirian yang ada
Menyongsong hari demi hari yang tak lara
Komentar
Silakan login untuk berkomentar.