Mentereng

Kehilangan yang tidak dapat dideskripsikan

Mentereng

Mentereng hari yang berwarna

Kini tak bersuara bahkan menyapa

Sungguh tidak ada yang mampu melawan sang pencipta

Kemana perginya ramai dunia

Hiruk pikuk yang dulu tertawa

Kini angin pun tak bernyawa 

Kemana perginya silauan cahaya

Bahkan kelam pun malu memunculkan dirinya

Kemana perginya harapan semua

Bahkan asa pun tak lagi bersuara

Kini hanya kesendirian yang ada 

Menyongsong hari demi hari yang tak lara 

NulisKuy adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan tim editor.
Komentar

Silakan login untuk berkomentar.