Mengenal Konsep Silent Walking: Berjalan Tanpa Gangguan Digital
Silent walking merujuk pada kegiatan berjalan kaki dengan penuh kesadaran tanpa menggunakan perangkat audio seperti musik, podcast, atau bentuk distraksi lainnya. Inti dari praktik ini adalah mengajak kita untuk kembali terhubung dengan tubuh dan lingkungan sekitar secara langsung dan alami.
Daripada sibuk menyumpal telinga dengan earphone, orang-orang yang menerapkan silent walking justru memilih untuk menikmati suara alam: desiran angin, jejak langkah sendiri, kicauan burung, dan membiarkan pikiran mengalir tanpa arah tertentu.
Dari Ketidaksengajaan Menjadi Tren
Tren ini mencuat di media sosial ketika sejumlah kreator konten, seperti @MadyMayo, membagikan kisah mereka yang secara tidak sengaja berjalan tanpa mendengarkan apapun karena baterai ponsel habis. Tanpa disangka, pengalaman itu justru membuat mereka merasa lebih tenang, lebih fokus, dan lebih sadar akan diri sendiri.
Tak lama kemudian, tagar #SilentWalking pun viral, meraih jutaan tayangan dan menjelma menjadi gerakan kecil yang mengajak orang untuk rehat sejenak dari ketergantungan digital.
Manfaat Psikologis yang Terbukti
Meski awalnya terlihat sebagai tren semata, praktik ini ternyata mendapat dukungan dari banyak psikolog dan praktisi mindfulness. Mereka mengungkapkan bahwa silent walking berpotensi:
-
Menurunkan tingkat stres dan kecemasan
-
Meningkatkan fokus dan ketenangan pikiran
-
Menstimulasi ide-ide kreatif
-
Menghidupkan kembali kesadaran terhadap lingkungan sekitar
Menurut artikel dari Healthline, aktivitas ini menyerupai bentuk sederhana dari meditasi sambil berjalan, teknik yang telah lama diterapkan dalam tradisi Buddhisme.
Tren Viral atau Solusi Nyata?
Walau ada yang menilai ini sebagai bentuk berlebihan dalam memaknai aktivitas sehari-hari, bagi generasi yang dibesarkan dalam hiruk pikuk notifikasi digital, silent walking bisa menjadi pengingat penting—bahwa diam dan hening juga punya nilai.
Mungkin kita memang butuh "tren seperti ini" sebagai alasan untuk berhenti sejenak, agar diam bukan lagi dianggap aneh, tapi justru dibutuhkan.
Komentar
Silakan login untuk berkomentar.