Kenapa Harus Second Account Dan Close Friends ?

Emang second account perlu ya?

Kenapa Harus Second Account Dan Close Friends ?

Belakangan ini second account dan close friend lebih sering digunakan oleh pengguna media sosial, terutama instagram. Mungkin kamu termasuk salah satu orang yang First account nya kosong, berdebu dan tidak ada kehidupan. Tapi di second account suka bikin story sampai titik-titik, hayo ngaku deh.

Sebenarnya kenapa sih, orang-orang memutuskan untuk mempunyai second account? Atau bikin story hanya untuk close friend?

Aku pribadi punya second account, isinya beberapa orang yang menurutku boleh tau tentang kehidupanku. Aku punya beberapa alasan sampai akhirnya memutuskan untuk bikin second account di instagram.

Pengen cerita tapi gak suka jadi konsumsi publik

Aku suka nulis dan cerita-cerita random tentang kehidupan pribadiku. Ada kesenangan tersendiri ketika aku menulis sesuatu, aku juga senang kalau ada yang relate dengan apa yang aku tulis.

Aku suka nulis dan aku butuh pembaca. Tapi aku juga gak suka semua orang tau tentang kehidupanku. Akhirnya aku memutuskan untuk membuat second account.

Tidak semua orang paham

Sebagian besar isi second account ku adalah tulisan-tulisan panjang. Itu bukan tanpa alasan, aku sedang belajar nulis. Sedang proses memperbaiki tulisanku yang jelek. Aku juga sering bikin story vn di whatsapp, aku sedang belajar memperbaiki speaking ku yang payah. Tujuannya biar ada yang ngasih kritik dan saran, bagian mana yang perlu kuperbaiki.

Tapi aku yakin, gak semua orang paham akan itu. Itulah kenapa story-story itu di private hanya untuk beberapa orang saja, yang menurutku gak akan menilai yang tidak-tidak.

Safe place untuk bebas share apapun

Ibaratnya rumah sendiri, aku ngerasa second account adalah tempat yang aman untuk bebas berekspresi. Aku bisa share aktivitas dan cerita-cerita random tanpa khawatir di bilang oversharing. Aku bisa bikin quote galau sesuka hati tanpa ada yang nyinyirin “Kok galau mulu sih?” aku bebas share apapun tanpa ada yang bilang “Dih, apaan sih. Alay.” Atau “Oversharing banget, gaada tempat cerita ya.”

Ada orang didunia ini yang senang aja gitu bikin tulisan-tulisan galau, padahal baik-baik aja. Suka ngeluh-ngeluh padahal itu bukan masalah pribadinya, tujuannya buat memotivasi orang-orang yang lagi di fase itu, biar gak ngerasa sendiri. Suka share meme yang menurutnya lucu, biar gak ketawa sendirian. Atau pengen ngobrol sama teman tapi gatau mau ngobrolin apa. Dan tidak semua orang paham akan itu. Makanya terciptalah second account dan close friend ini, untuk orang-orang yang punya frekuensi sama.

Arsip dokumentasi pribadi

Menurutku dokumentasi itu penting. Aku adalah tipe orang yang susah mengingat detail sesuatu, melihat kembali foto-foto kegiatan atau suatu tempat, lumayan membantuku untuk mengingat lagi momen-momen itu.

Aku bikin second account biar bisa mengabadikan momen apapun tanpa insecure sama postingan orang lain. Tanpa harus mikir “Bagus gak ya di post.”

Jadi, begitu bestie. Alasan kenapa aku harus bikin second account dan private story hanya untuk close friend. Lagipula instagram itu tempatnya pamer yang bagus-bagus ga sih? tempat posting pencapaian-pencapaian dalam hidup. Jujur, aku sering insecure kalo liat postingan orang-orang di instagram. Untuk menghindari overthingking dan insecure gak jelas, lebih baik scrolling di second account aja.

Itu menurutku, kalo kamu? Apa alasanmu membuat second account? Apapun itu, kita pasti punya alasan buat melakukan sesuatu. Kalo ada yang nyinyirin, gausah dengerin. Remove aja orangnya kalau kebetulan dia ada di daftar close friend mu. Hahaha

NulisKuy adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan tim editor.
Komentar

Silakan login untuk berkomentar.