Perkembangan digital saat ini tentu tidak lepas dari sisi positif dan negatif. Apalagi munculnya teknologi Ai. Jika bijak menggunakannya, tentu kemudahan yang tercipta. Sebaliknya, jika segala sesuatunya dikerjakan Ai, bukan mustahil mematikan potensi dan kreatifitas penggunanya.
Kita cukup menuliskan prompt atau kata kunci saat ingin menggunakan teknologi Ai. Dengan prompt yang sesuai, kita bisa membuat aneka cerita bahkan hasil foto yang tak kalah dengan jasa fotografi.
Penulis jadi teringat masa-masa kuliah dulu. Jauh sebelum ada Ai, orang lebih kenal dengan Google, khususnya saat ada tugas membuat artikel atau keperluan penerjemahan. Selain praktis, pencarian lewat Google Translate memang sangat memudahkan kita dibanding menggunakan kamus.
Maka tidak heran banyak teman yang mengambil job penerjemah dokumen sebagai tambahan uang jajan. Meski sangat segmented, namun jasa penerjemah dokumen ini laris manis bagi mereka yang sedang menyusun skripsi. Karena dalam penyusunan skripsi ada bagian yang merangkum isi skripsi yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris.
Selain menerjemahkan abstrak skripsi, jasa penerjemah juga banyak dicari untuk keperluan pengalihbahasaan buku-buku; baik bacaan luar negeri, subtitle film asing, juga permintaan klien pada bidang tertentu. Seperti yang pernah penulis jalani. Saat itu ada permintaan untuk menerjemahkan dokumen terkait penggunaan bahan-bahan pada sebuah produk. Biasanya sebelum deal ada perjanjian tenggat waktu pengerjaan dan kesepakatan fee.
Meski hanya delapan lembar, namun bagi penulis yang saat itu baru resign kerja, hal ini sangat menyenangkan. Terlebih selain dapat cuan, penulis juga dapat merefresh ilmu semasa kuliah.
Padahal saat itu belum ada teknologi Ai dan yang penulis gunakan murni kamus dan sisa-sisa ilmu di bangku kuliah.
Sekarang jualan jasa ini lebih terbantu lagi karena didukung perangkat software dan tentunya sertifikat tersumpah. Lebih menyenangkan lagi karena ada komunitas yang rutin mengadakan pertemuan di tiap regional seperti HPI dan Bahtera.
Sangat cocok sekali bagi Anda yang ingin mencoba peluang usaha ini. Namun satu yang harus diingat, menjual jasa penerjemah bukan semata profit oriented, tetapi juga harus siap mempertanggung jawabkan setiap kata yang dimintakan oleh klien. Di samping itu, rajin mengupgrade ilmu lewat tes kompetensi berkala juga wajib bagi pelaku usaha ini.
Karena tidak ada usaha yang mengkhianati hasil. Bagitu juga dengan jasa penerjemah, makin bagus portofolio kita, makin luas jangkaun klien yang akan datang.
Komentar
Silakan login untuk berkomentar.