Jangan Terjebak Membeli Hati Teman

Persahabatan sejati tak bisa dibeli dengan pengorbanan. Jangan berharap balasan jasa, milikilah rasa sadar diri agar tak mudah dimanfaatkan.

Jangan Terjebak Membeli Hati Teman

Jangan Terjebak Membeli Hati Teman

Dalam hidup, kita akan bertemu banyak orang. Ada yang hanya sekadar kenalan biasa, ada pula yang kita sebut teman bahkan sahabat karena kedekatan kita.  Awalnya, saya pernah memiliki teman yang begitu dekat. Kami  selalu bersama, saling mendukung, dan saya tidak pernah ragu untuk menolongnya. Apa pun yang ia butuhkan, sebisa mungkin saya hadir.

Namun, seiring waktu berlalu, cerita itu berubah. Kebaikan yang saya berikan tidak membuat hubungan kami semakin kuat, justru sebaliknya. Saya mendengar ucapan-ucapan yang menyakitkan dibicarakan di belakang saya. Rasanya pedih, apalagi datang dari orang yang pernah saya anggap sahabat sejati.

Dari pengalaman itu, saya belajar bahwa pertemanan tidak bisa dibangun dengan bantuan materi bahkan pengorbanan. Jika seseorang berteman hanya karena apa yang kita berikan, maka yang ia sukai bukan diri kita, melainkan apa yang menempel pada diri kita. Dan ketika pemberian itu berhenti, persahabatan pun ikut memudar.

Sejak saat itu, saya mengingat satu hal penting, yaitu sadar diri.

  • Menolong memang baik, tapi jangan berharap balasan.

  • Menjadi teman yang tulus itu penting, tapi jangan sampai diri sendiri habis dimanfaatkan.

  • Persahabatan sejati tidak diukur dari seberapa banyak kita memberi, melainkan seberapa tulus kita saling menerima.

Hidup ini terlalu singkat untuk dihabiskan dengan orang yang hanya menghargai kita ketika ada yang bisa mereka ambil. Lebih baik menjaga jarak dengan tenang daripada terus menyimpan luka.

Pada akhirnya, saya percaya satu hal: sahabat sejati adalah mereka yang tetap ada, meski kita tak lagi bisa memberi apa-apa.

NulisKuy adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan tim editor.
Komentar

Silakan login untuk berkomentar.